Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
YOU AND US

YOU AND US

Bletas! Melihat darah segar keluar dari tubuh temannya, Ian meringis sakit sambil memejamkan mata. "AMPUN!" Lagi lagi Dion meneriakkan hal yang sama, memohon ampun kepada si pencambuk. Tangan Ian langsung terkepal kuat melihat Dion disiksa begitu. Bak pahlawan super hero, Ian melompat keluar dari tempat persembunyiannya. Menatap bengis serta dingin kearah sosok mengerikan didepannya.
104.1K viewsCompletedAdded to Library 148 Times as bang ye-dam
Read
+Library
Dendam Sang Tumbal

Dendam Sang Tumbal

gerundel Maya. “Diam kamu Maya. Aku gak nyangka bisa-bisanya kamu gadaikan jiwa dan tubuh kamu sama setan demi uang dan harta ibuku. Sebaiknya kamu siap-siap sekarang, karena bakal aku anter ke rumah orangtua kamu, aku mau menceraikan kamu!” marah Aidan.
102.5K viewsCompletedAdded to Library 76 Times as bang ye-dam
Read
+Library
Ya, Sayang?

Ya, Sayang?

"Yang mana?" "Itu, yang lagi sama papa kamu." "Oh, itu namanya Abimanyu." "Kamu itu om yang baik, ya. Om yang siap siaga, adik yang berbakti juga karena mau jadi babysitter para ponakannya." Dipuji setulus hati oleh Linda membuat Dayyan tersipu. Aduh, jarang-jarang, nih, calon gebetan memuji. Rejeki nomplok, nih. Siapa tahu setelah pertemuan ini hubungan Dayyan dan Linda semakin ada kemajuan, bertukar nomor ponsel misalnya. Soalnya beberapa minggu ini mereka hanya saling berinteraksi lewat media sosial.
11.2K viewsCompletedAdded to Library 302 Times as bang ye-dam
Read
+Library
DENDAM AMARA

DENDAM AMARA

Ini sangat menyakitkan. Darah langsung mengalir menggenangi tubuhnya yang tergeletak. Nafasnya tersendat. Amara memuntahkan darah. Matanya menerawang kosong hanya beberapa detik sebelum dia kehilangan nafanya. “Ibu… jika aku diberikan kesempatan untuk hidup kembali, aku akan membalas mereka semua tanpa ampun. Maaf jika aku benar-benar gagal saat ini.” Air mata Amara mengalir kembali. nafasnya tersenggal-senggal. “Tuhan… aku mohon beri aku kesempatan untuk hidup kembali. aku janji tidak akan meminta apa-apa lagi selama hidupku.”
404 viewsOngoingAdded to Library 14 Times as bang ye-dam
Read
+Library
Dendam Sang Bintang

Dendam Sang Bintang

kata Bintang santai. "Oh ya, satu lagi. Kematian bukanlah satu-satunya jalan untuk membalaskan dendam! Bagiku, kematian bukanlah cara tepat untukmu, juga keluarga mu. Salam buat orangtuamu, ya?" Bintang menatap Damian dan menepuk pelan pipinya. "Oh maaf ... maaf ... aku lupa, sejak hari ini kamu di diagnosa tidak akan bisa berbicara. Kamu juga tak bisa menulis. Bukan hanya itu, kamu akan lumpuh selamanya," bisik Bintang tersenyum puas.
7.56.4K viewsCompletedAdded to Library 211 Times as bang ye-dam
Read
+Library
Passed By You!!!

Passed By You!!!

Memangnya kita keluarga, yang harus membawakannya sup jika dia sudah minum. Aku kemudian beranjak bersiap-siap untuk ke apartement Dareen. Aku mengecek ponselku melihat alamat yang dikirim Gavin kemudian aku memesan uber. Kalau di Indonesia punya Gojek, kalau disini aku menaiki uber. ***
108.7K viewsOn holdAdded to Library 278 Times as bang ye-dam
Show Reviews (29)
Read
+Library
Key Nara
pertama lihat blurb, penempatan katanya mantul. Narasi yang digunakan penulis juga gak bikin pembaca bosan. Konflik utama sepertinya bakal belibet, ini yang jadi daya tarik terbesar sepeetinya. Semangat teruss, kak. lanjutttt......
Sheillya Pradina
Thank's kk yg udah baca smpai udah 1k aja nih wkwkwk, kmrin juga sempat masuk di pilihan editor. ~untuk mendukung cerita ini beri rating nya dong kakak² biar bisa semakin semangat updatenya. Dan dukung cerita ini yahh dengan cara memberi vote...️...️...️
Read All Reviews
Go Away

Go Away

Sedangkan Chanyeon, lelaki paling jangkung di EXE itu bersikap apatis dengan tetap berfokus mengiris Salmon Teriyaki di piringnya. "Kau terkenal dengan mode eyliner-nya, Oppa. Mr. Eyeliner," jawab Diana. Berhasil membuat Sehan dan Kyung Seo menelan Salmon Teriyaki dan menahan geli secara bersamaan. Bae Hyun mendengkus. "Ya! Aku mempunyai suara yang merdu. Kenapa kau tak menjawab jika aku mempunyai suara emas saja, hah?!"
103.4K viewsOn holdAdded to Library 123 Times as bang ye-dam
Read
+Library
DINIKAHI KARENA DENDAM

DINIKAHI KARENA DENDAM

Kebetulan sekali, bukan? "Assalamualaikum, pak. Begini saya mau minta izin ngambi... " baru saja Sarah akan menyampaikan bahwa ia minta izin untuk hari ini. Tapi manager di cafe tempatnya bekerja memotong ucapannya, "iya Sarah, kebetulan sekali kamu menelpon saya. Baru saja saya akan menghubungimu dan memberitahumu mulai hari ini dan seterusnya, kamu tidak perlu lagi bekerja di cafe ini. Jadi intinya kamu saya pecat," tutur pak Dito yang merupakan manager cafe tempatnya bekerja. kalimat 'kamu saya peca', adalah kalimat yang paling di takuti oleh Sarah.
101.7K viewsOngoingAdded to Library 58 Times as bang ye-dam
Read
+Library
Sad Boy

Sad Boy

Dia melihat nama yang tertera. "Kak Bay!" lirih Mayra mengangkat langsung. Saat bangkit matanya berkunang-kunang, baru saja beberapa kata keluar, "Kak Bay, ada ap...," gadis itu ambruk di atas tempat tidur tak sadarkan diri. "Mayra! Mayra!" Berkali-kali Bryan memanggil nama itu, tapi tak ada sahutan meski dalam panggilan tersambung. Ia panik dan segera menuju apartemennya.
106.2K viewsCompletedAdded to Library 204 Times as bang ye-dam
Read
+Library
Nambah Lagi Dong, Sayang

Nambah Lagi Dong, Sayang

Lalu membantingnya ke tanah. BRAAAAK Suara tubuh Jabrik terkapar di tanah basah. "Aaaah!" "CUKUUUUUUP!" teriak Jabrik menahan lengannya yang sakit. Sakti menghentikan serangannya. Dia mendekati Jabrik dan melihat apa yang terjadi. "BEDEBAH! Jabrik mengumpat. Dia tidak bisa menggerakkan lengan kanannya. "ELU SENGAJA, KAMPREET!" umpat Jabrik lagi.
107.0K viewsCompletedAdded to Library 250 Times as bang ye-dam
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status