Rayuan Maut Para Tetanggaku
Tapi pikiranku kembali pada Nadira, aku belum sempat mengunjunginya, mudah-mudahan saja dia baik-baik saja.
Akhirnya, cafe “Brew & Bite” terlihat di kejauhan. Lampu neon kuning keemasan, aroma kopi panggang menyambut. Kami parkir di di depannya, melihat sekitar mencari keberadaan Mbak Dini atau Pak Sumarna.
Sekitar cafe ramai oleh pasangan muda, keluarga kecil, dan beberapa orang lainnya yang berlalu lalang.
“Ayo Bim kita masuk! Tetap waspada," bisik Ardi.