Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Benci Bilang Sayang

Benci Bilang Sayang

Moscato Bertekstur fizzy, memiliki aroma fruity dan rasanya cenderung manis. "Hmm ... Biasa, transaksi, Jokul," ucap lelaki kemayu yang biasa dipanggil Kak Ari dengan wajah kesal. Dru hanya tertawa melihat kekeselan lelaki setengah wanita di hadapannya. "Eh sayang ... kamu lihat, itu wanita cantik itu dari tadi lihatin kamu terus," ucap Kak Ari menggunakan alisnya untuk memberi kode. Dru melihat ke arah yang di tunjukan Kak Ari. Tampak duduk dengan manis disana,seorang wanita cantik yang mengedip padanya. Dru hanya tersenyum untuk membalasnya.
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai bass betot banci
Baca
+Pustaka
Atas Nama Pohon Suci

Atas Nama Pohon Suci

“Iya betul, Kak.” Jarot Suwandi merupakan seniorku dalam dunia betot-membetot gitar bass. Dia merupakan salah satu maestro bass yang cukup kesohor di Surabaya. Beberapa kali aku pernah jamming dengannya. Tak jarang, Cak Jarot memberi tips dan trik. Aku bisa mahir bermain gitar bass, salah satunya adalah karena jasa beliau. “Memangnya, calon pengganti Mas Jarot siapa aja?”
105.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai bass betot banci
Baca
+Pustaka
Istri Kesayangan Mafia Posesif

Istri Kesayangan Mafia Posesif

"Baccarat ada di meja nomor tiga, taruhannya mulai dari lima koin. Setelah menyerahkan kartu kreditnya, Fenric menerima kotak beludru itu dengan perasaan rumit. "Hanya satu malam aku sudah menghabiskan lima ribu Aeth? Itu setara dengan keperluan dapur keluarga kami selama sebulan," batin Fenric syok. Ia akan celaka jika tidak mendapatkan uang modalnya kembali. Nero, Fenric, dan Draco kemudian langsung pergi menuju meja baccarat. Di sana sudah ada beberapa para pemain, termasuk orang yang Fenric kenal, lebih tepatnya musuhnya.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai bass betot banci
Baca
+Pustaka
Berebut Pantas

Berebut Pantas

“Kau sukanya rasa apa, Ren?” “Cappucino cincau.” “Bungkus! Sekarang, kau pergi ke ruang perawat jaga, lalu minta diinfus sepertiku! Jangan lupa bilang yang rasa Cappucino cincau ya.” Varen dengan tanpa sungkan menepuk lengan kiri Dio, lantas tertawa dengan kencangnya. “Karena aku baik, gimana kalau buat kau saja. Ini nih, punggung tanganmu yang satunya masih nganggur,” canda Varen.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai bass betot banci
Baca
+Pustaka
BUKAN OB BIASA

BUKAN OB BIASA

Ia mengangkat puluhan karung beras dan memindahkannya dari truk ke dalam kios. Meski memiliki tubuh yang bagus, namun bekerja seberat itu tak ayal membuat Adam harus berkeringat deras. "Adam, ini upah lu hari ini." Panggil si juragan, memberikan dua lembar uang kertas berwarna hijau dengan gambar Dr. GSSJ. Ratulangi didepannya. "Upahnya segini, Bos?" Tanya Adam seakan tidak percaya. Padahal Ia sudah hampir kehabisan tenaga dan pakaiannya sudah kotor, namun mendapat penghasilan sejumlah itu, membuat Adam tercengang.
9.1171.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.3K kali sebagai bass betot banci
Baca
+Pustaka
Musuhku Canduku

Musuhku Canduku

“Bos… ini bukti finalnya.” Di layar tampak rekaman klub malam tempat yang Sarah pikir hanyalah ajakan hangout biasa. Rekaman itu menunjukkan Bianca menyerahkan minuman kepada Sarah… dengan gerakan tangan cepat memasukkan sesuatu ke gelas. Zayn menatap tanpa berkedip. “Obat apa itu?” “Stimulan… tapi dalam dosis tinggi,” jawab Bass, suara terdengar geram. “Cukup untuk membuat seseorang kehilangan kendali diri. Tidak sampai membahayakan nyawa… tapi cukup untuk_”
10967 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai bass betot banci
Baca
+Pustaka
Bareksa

Bareksa

Isinya sungguh di luar perkiraan Nala: satu set lightstick dan miniatur personel grup penyanyi laki-laki dari negeri gingseng. Padma dan Dewi terdiam sejenak, menatap lightstick tersebut dalam-dalam. Tepat pada waktunya, Nala menyumpal kedua telinganya dengan jari, karena kedua sahabatnya itu langsung menjerit-jerit hingga suara serak. "Ya ampun Padma! Kamu jadi ikut jastip*) kak Elena?! Aku kira kamu bercanda!" "Ya enggaklah! By the way ini limited edition, nggak dijual disini! Harganya agak mahal tapi ..."
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai bass betot banci
Baca
+Pustaka
BATARI

BATARI

"Hai, aku Sony. Member baru? Belum pernah lihat wajah secantik ini di sini." Batari tidak menoleh. Ia menatap lurus ke depan, namun di dalam kepalanya, suara Freya yang bergetar hebat dari parkiran melalui earpiece terasa seperti belati yang digoreskan ke kaca. Sony. Satu dari tiga iblis yang merobek paksa masa depan Freya di Bali. "Bisa dibilang begitu," sahut Batari datar, suaranya sedingin uap es.
10578 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai bass betot banci
Baca
+Pustaka
Bintang

Bintang

Tanya Andra. “Ye.” Jawab nya dengan kompak lagi. “BANGSAT, BERARTI KALIAN YANG BIKIN PAK ANU NGAMOK KAYA MONYET BETINA.” Teriak Naya keras dengan berkacak pinggang berwajah merah karena kesal.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai bass betot banci
Baca
+Pustaka
Ada Apa dengan Bia?

Ada Apa dengan Bia?

“Uangku udah habis di sekolah, Qi.” “Nggak papa. Pake uangku aja. Kamu mau beli apa?” tawarku. “Emm ... aku pengin beli ini aja, Qi.” Bia menunjuk sebuah gelang dengan sebuah gantungan inisial huruf. “Ya udah. Beli ini dua ya, Bang. Yang hurufnya U sama B,” ucapku. “Oke, Dek. Ini. Pas sekali. Cuma sisa satu satu.” Abang itu menyerahkan sebuah gelang berwarna merah muda dan biru kepadaku.
106.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai bass betot banci
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status