Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
BATARI

BATARI

Di hari pertama, Batari masuk mengenakan setelan gym berbahan spandex hitam yang sangat ketat, memamerkan lekuk tubuh porselennya yang sempurna. Lantai gym yang dingin itu bergetar oleh dentum musik techno yang memekakkan telinga, namun bagi Batari, suasana itu sepi layaknya kuburan. Di sudut matanya, Victor masih sibuk dengan bebannya, namun gangguan nyata justru datang dari arah samping.
10460 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai bass betot banci
Baca
+Pustaka
Bintang

Bintang

Tanya Andra. “Ye.” Jawab nya dengan kompak lagi. “BANGSAT, BERARTI KALIAN YANG BIKIN PAK ANU NGAMOK KAYA MONYET BETINA.” Teriak Naya keras dengan berkacak pinggang berwajah merah karena kesal.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai bass betot banci
Baca
+Pustaka
Pura-Pura Bangkrut

Pura-Pura Bangkrut

* * Bersambung. 1 bab lagi ending, ya🤗
10138.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai bass betot banci
Baca
+Pustaka
Ada Apa dengan Bia?

Ada Apa dengan Bia?

“Uangku udah habis di sekolah, Qi.” “Nggak papa. Pake uangku aja. Kamu mau beli apa?” tawarku. “Emm ... aku pengin beli ini aja, Qi.” Bia menunjuk sebuah gelang dengan sebuah gantungan inisial huruf. “Ya udah. Beli ini dua ya, Bang. Yang hurufnya U sama B,” ucapku. “Oke, Dek. Ini. Pas sekali. Cuma sisa satu satu.” Abang itu menyerahkan sebuah gelang berwarna merah muda dan biru kepadaku.
106.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai bass betot banci
Baca
+Pustaka
Duka Cita

Duka Cita

“Bokap lo itu yang punya Lukito Grup. Suami lo, anaknya pak David Atma. tapi, lo-nya malah demen keliaran capek-capek nyari berita.” “Yang punya perusahaan itu bokap gue, sama bokapnya laki gue,” kata Cita menjelaskan. “Dan gue nggak ada passion di sana. Cita-cita gue itu mau jadi news anchor, terkenal dan punya fans di mana-mana,” kata Cita lalu terkekeh garing, saat mengingat nasibnya saat ini. Akan tetapi, ia tidak boleh putus asa. Sedikit lagi, cita-citanya itu mungkin saja bisa terwujud.
9.838.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai bass betot banci
Baca
+Pustaka
Pendekar Bukit Meratus

Pendekar Bukit Meratus

Mereka juga tahu, perabotan si Banci sudah agak letoy dan ukurannya pun makin menciut. Grrrgghhh…! Terdengar dengus si Banci, hingga Sawon dan Bihi langsung berhenti tertawa, mereka memang segan dengan si banci, yang memiliki ilmu kanuragan tak beda jauh dengan Pendeta Suli. Melawan si banci, sama juga ‘bo’ong, kesaktiannya benar-benar mengerikan dan selalu gunkan racun untuk taklukan musuh-musuhnya.
9.645.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai bass betot banci
Baca
+Pustaka
Wanita Penggoda

Wanita Penggoda

Salah satu banci menghampiri mobilku sambil bernyanyi. “Maaf, saya mau tanya.” Ucapku usai memberi uang sepuluh ribu pada waria bergincu merah muda. “Tanya apose?” “Apa ... hmm ... Mbak kenal sama waria yang bernama ... Mayang?” “Mayang yang manong? Mayang tukang mangkal di pantura? Mayang yang ngamen sambil jualan bala-bala? Atau ... Mayang ketua banciners?”
108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai bass betot banci
Baca
+Pustaka
Serendipity in Magnanimous

Serendipity in Magnanimous

Bimo kembali menatap Titan. Titan menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya kemudian mengangguk dan tersenyum lebar, "Beres bos." Setelah anggota kelas lain yang baru selesai tampil kembali ke belakang panggung dan anak band dipersilahkan memasuki panggung, maka Titan dan lainnya pun beranjak. Kelima orang itu sudah stand by di posisi masing-masing. Titan sebagai vokalis, Bimo juga sebagai vokalis rangkap gitaris, Dino memainkan bass, Rheva memainkan keyboard, dan Wawan sudah siap dengan stick drumnya.
106.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai bass betot banci
Baca
+Pustaka
Love You Aleea

Love You Aleea

Termasuk kadang-kadang nyambi jadi pemain bass cadangan di kelab Mas Benigno. "Lagunya enam yang ini, Kenzo. Ingat, full performance, tetapi jangan lebai," tukas Mas Benigno sembari menunjukkan tablet berisi daftar lagu yang harus dinyanyikan. "Mikrofon sudah tersambung, jadi kamu bisa bebas gerak. Kalau fix rekaman, baru jangan ngedance," sambungnya sambil menepuk pundakku. "Siap, Mas," imbuhku.
6.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 160 kali sebagai bass betot banci
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status