Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ratu Iblis Dan Suami Berdarah Dingin

Ratu Iblis Dan Suami Berdarah Dingin

tanya Alura, separuh bicara pada dirinya sendiri. Rafael menatapnya dalam diam, lalu menjawab, “Dia... bagian dari segalanya. Termasuk retakan yang kau warisi.” Alura tidak menyangkal. Ia bisa merasakannya sekarang retakan itu seperti sumbu dari lilin yang tak pernah padam. Dan enam retakan itu... mungkin bukan milik enam orang, tapi enam sisi dari satu jiwa yang terbelah. “Retakan keenam,” gumam Alura. “Belum menyatu.”
1.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai belahan jiwa
Baca
+Pustaka
Cinta Dua Jiwa

Cinta Dua Jiwa

gumam Jing Tian. "Oh, Dewa Langit. Mengapa kau harus mengirimku ke bumi hanya untuk mengurus jiwa yang tidak tahu berterima kasih ini? Kenapa aku harus berhadapan dengan jiwa seperti ini? Ada apa ini? Dosa apa yang aku perbuat dikehidupanku sebelumnya. Sampai aku harus bertemu dengan jiwa ini," batin Jing Tian. Dia terlihat sedang berbicara, tetapi suaranya tidak terdengar oleh Sese. Gadis itu hanya melihat Jing Tian sedang menggoyangkan bibirnya. Seolah-olah sedang melafalkan mantra.
2.0K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai belahan jiwa
Baca
+Pustaka
Jiwa Dara yang Terkoyak

Jiwa Dara yang Terkoyak

Bab 16 JDYT Aina berjalan tak tentu arah, sesekali sambil menangis atau tertawa sendiri. Pikirannya kosong, raganya tidak lagi sinkron dengan pikirannya, ia terus bergerak, namun tanpa menyadarinya. Beberapa kali Aina hampir terjatuh dan menabrak sesuatu di hadapannya tanpa tersadar, bahkan baru saja ia menyebrangi jalan tanpa memperdulikan kendaraan yang berlalu-lalang.
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai belahan jiwa
Baca
+Pustaka
Digilai Psikopat

Digilai Psikopat

Belahan jiwa sehidup semati. Orang bilang, belahan jiwa bukan berarti pasangan. Belahan jiwa, bisa saja tidak bisa hidup bersama. Meydisha pun sempat berpikir demikian ketika ia masih jadi kriminal istimewa. Walau hati Meydisha telah luluh pada Angkara seorang, pikiran dan situasi rumit kerap menghalanginya. Ah, kita tidak mungkin bisa bersama. Aku hanya seorang kriminal. Senang berbuat jahat, tanpa berpikir.
9.74.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 191 kali sebagai belahan jiwa
Baca
+Pustaka
Jiwa Yang Tertukar

Jiwa Yang Tertukar

Aku tak tahu kapan kami kembali ke tubuh asal. Jika kuusir dia sekarang. Maka, saat aku dikembalkkan ke raga semula, aku tak punya apa-apa lagi. Kalau aku memilih bertahan, rasanya makan hati. Serumah dengan jiwa orang yang menusuk dari belakang terasa sangat berat. Lebih buruk lagi, jiwaku ada dalam raga sang Penghianat ini.
1011.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 314 kali sebagai belahan jiwa
Baca
+Pustaka
Janji Suci Yang Terbagi

Janji Suci Yang Terbagi

"Gak, Mas. Mama benar sudah menegur Manda," "Dan soal Sarah. Mas baru tahu ternyata Sarah bikin masalah di Bakery. Karena itu kamu jadi kesal, kan. Mas sudah memarahinya juga," Manda diam hanya tersenyum tipis. "Hmmm Mas tidak tahu apa yang kamu suka. Jadi Mas belikan coklat. Katanya makan coklat bisa memperbaiki suasana hati. Itu karena kandungan psychoactive di dalamnya bisa merangsang hormon endorphin di otak sehingga ... ya ... jadi ... begitulah," kenapa aku jadi membahas soal kandungan coklat.
23.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 511 kali sebagai belahan jiwa
Baca
+Pustaka
Raja Persilatan: Pendekar Tapak Dewa

Raja Persilatan: Pendekar Tapak Dewa

“Kalau kita biarkan, seluruh dunia bisa binasa. Aku tak bisa diam.” Resi Tua menghela napas panjang. Ia tahu, menahan dua pendekar muda ini sama saja dengan menahan gelombang laut. “Baiklah. Tapi sebelum kalian berangkat, aku akan memberimu sesuatu.” Ia mengeluarkan sebuah gulungan kecil dari dalam jubahnya. Gulungan itu bersinar keemasan. “Ini adalah Mantra Penyeimbang Jiwa. Gunakan saat kalian menghadapi kegelapan itu. Hanya bisa digunakan sekali, tapi kekuatannya mampu memutus hubungan jiwa iblis dengan wadahnya.”
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai belahan jiwa
Baca
+Pustaka
Kaca yang Pecah

Kaca yang Pecah

“Kalau begitu, Nona Jennifer maukah kamu memberiku kehormatan untuk berkencan sebentar?” Sambil berbicara, Rian mengulurkan tangannya seperti seorang pria terhormat. Angin bertiup sepoi-sepoi dan mata menawan itu tampak dipenuhi bintang. Tiba-tiba aku teringat sebuah kalimat dalam surat cinta itu. Hal-hal yang menggerakkan hati adalah hal-hal yang paling biasa, Seperti pecahan es yang berdenting, Seperti buah plum di mangkuk porselen putih.
7.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai belahan jiwa
Baca
+Pustaka
Sisa Takdir

Sisa Takdir

"Ma... Maaf... Saya tidak bisa... mengendalikan... tubuh saya..." Kata-katanya terputus-putus, suara yang terlontar tidak lagi manusiawi. Suara berat dan bergetar seolah-olah dua jiwa berbeda berbicara dalam satu tubuh. Elian menatap dalam diam, mengenali bayangan kesadaran di mata makhluk itu. Ada perjuangan—usaha keras untuk bertahan.
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai belahan jiwa
Baca
+Pustaka
Napas Terakhir untuk Sang Ratu

Napas Terakhir untuk Sang Ratu

Bab 67: Ruang Antara Dua Jiwa Haneul tidak lagi merasakan lantai Menara Kehampaan di bawah kakinya. Rasanya seperti jatuh ke dalam samudera tinta yang hangat namun mencekik. Cahaya hitam dari Inti Orisinal menyelimutinya, menarik atom-atom tubuhnya yang sudah tidak stabil hingga ia merasa jiwanya terbentang tipis, nyaris putus.
811 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai belahan jiwa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status