Godaan Ibu Kos Cantik
“Pak, mohon maf, bagian ini mohon untuk tetap diisi ya.”
Dimas menghela napas lelah, “Kalau begitu, tolong tulis. Dia calon istri saya.”
“Untuk penghuni resmi yang bisa didaftarkan, sesuai peraturan, kami hanya memberi akses pada keluarga inti Pak. Bisa dibuktikan dengan Kartu Keluarga.”
Sepasang mata Dimas memicing tajam. Rahangnya beradu kuat. “Apa-apaan?”