Gadis Tanpa Ingatan
jawab Raina.
“Sekarang aku pikir,” lanjut Raditya, “berhenti sejenak itu cara bertahan.”
Raina tersenyum. “Dan bertahan itu keberanian.”
Siang itu, Raina berjalan sendiri ke Taman Wana Kirana. Ia duduk di bangku kayu yang sama, memperhatikan bayangan daun bergerak pelan. Ia membuka buku catatan dan menulis tentang keberanian yang berubah bentuk. Dulu, keberanian berarti melompat. Kini, keberanian berarti tinggal—tinggal mendengar, tinggal memperbaiki, tinggal bertanya. Ia menutup buku dengan perasaan utuh.
Hot Chapters