Sebatas Ibu Pengganti untuk Anak Presdir
“Tuan muda Rendy sudah tidur, siang seperti ini biasanya butuh 2 jam untuknya. Jadi, bolehkah aku keluar sebentar, pergi ke salon terdekat untuk memotong rambutku, Tuan?”
Mendengar itu, sontak tatapan mata Alexander tertuju kepada Helena, dahinya mengerut seolah tak begitu nyaman mendengarnya. “Kenapa kau ingin memotong rambutmu?”
“Bukankah Tuan sendiri yang mengatakan agar jangan sampai melihat rambut panjangku lagi?” jawab Helena, jujur.
Sesuai dugaan, wajah pria itu memang selalu saja seperti itu.