Mantiko Sati - Kitab 1: Harimau Dewa
“Karena satu dua alasan, saya hanya hidup di lembah Ngarai Sianok saja selama kurun waktu sepuluh tahun belakangan ini. Jadi, yaa, saya hampir buta dan tidak mengetahui apa-apa tentang dunia luar.”
“Berapa usiamu sekarang, orang muda?”
“Ermm, tujuh belas tahun.”
“Pantas saja,” ucap Mak Utiah. “Kau masihlah terbilang sangat muda, lima tahun lebih tua dari si Malin di sana,” ia kembali menunjuk bocah 12 tahun di haluan perahu.
“Begitulah,” Mantiko Sati tersenyum mengangguk, kembali ia mendorong kayuh dari batang bambu itu.
Hot Chapters