Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dekapan Panas Kakakku

Dekapan Panas Kakakku

“Kakak jahat!” Kiara menendang sebutir kerikil yang ada di depannya. Ia terus melangkah dengan menghentak-hentakkan kakinya. Nomer itu sangat cantik, dengan angka beruntun yang sama. Mustahil ia bisa mendapatkan nomer yang sama apalagi dengan embel-embel kuota yang luar biasa itu. “Kenapa sih … masalah kecil aja dibesarin! Lagian aku juga nggak balas chat mereka,” batinnya.
1014.5K viewsOngoingAdded to Library 449 Times as berbaring kangkang
Read
+Library
Kakak Beradik 

Kakak Beradik 

Dalam kepanikan, mereka langsung memasukkan mayatku ke dalam karung. Saking gelapnya sampai tidak bisa melihat wajah mereka, sehingga aku hanya tahu bahwa mereka terdiri dari dua orang. Namun, suara mereka terus bergema di telingaku. Karung itu sangat kecil, tetapi aku bisa masuk ke dalam setelah ditendang mereka beberapa kali. Aku sangat takut hingga melarikan diri dan melintasi kegelapan. Kemudian, terdengar suara anjing yang saling menggonggong dari kejauhan.
9.3K viewsCompletedAdded to Library 222 Times as berbaring kangkang
Read
+Library
Bukan Bunga Bakung

Bukan Bunga Bakung

terang Ranu yang tetap tampak sembarangan tapi keterangannya itu dianggap cukup luar biasa, setidaknya buat Diandra begitu pula bagi Retno. Retno dan Diandra pun saling bertatap. Keduanya menganggukan kepala. Walau sesungguhnya Retno tidak terlampau tahu apa yang diceritakan Ranu. “Aku gak terlampau paham, tentang endas, sirah, mustaka dan kepusingan kita selepas ujian ini,” Tanya Retno seakan menggugat Ranu.
964 viewsOn holdAdded to Library 31 Times as berbaring kangkang
Read
+Library
Tangan Dewa Davien: Sang Pewaris Takhta Terlarang

Tangan Dewa Davien: Sang Pewaris Takhta Terlarang

Bara bahkan memaki Fang Richard dan lainnya dengan sisa kejengkelan yang membakar dadanya selama pertempuran. "Tua bangka keparat! Rasakan itu! Berani-beraninya kalian bertingkah laksana penguasa langit di hadapan Tuan Muda! Pada akhirnya, kalian tidak lebih dari sekadar tumpukan sampah yang hancur menjadi debu kotor!" umpat Bara, meluapkan seluruh emosi terpendamnya sambil meludah ke arah tanah yang membeku.
1016.1K viewsOngoingAdded to Library 579 Times as berbaring kangkang
Read
+Library
Bara di Balik Mahar

Bara di Balik Mahar

jawab Richard lagi sambil terus tertawa. Gadis itu terkejut dan tanpa sadar ia berkata, “HAH? GADIS KAMPUNG ITU KE SINI? EWWW, DEVANO, YOU'RE NOT DRUNK, HUH?”
10269 viewsOngoingAdded to Library 6 Times as berbaring kangkang
Read
+Library
Aku Madu Kembaranku

Aku Madu Kembaranku

Mely menancapkan garpu pada daging lobster penuh emosi. "Ya ampun Mely, kamu tidak tahu cara makan lobster yang benar, ckckckck. Aku kira hanya orang kampung seperti ku saja yang tidak tahu cara makan lobster," ujar Tania sengaja mengejek dan juga menyindir Bu Fatma. Dia diberi tahu Rania jika Bu Fatma selalu menyebutnya wanita kampungan dan norak. Melihat dua wajah yang Tania benci mengerucutkan bibir. Membuat Tania tersenyum puas dalam hati. Kata-kata yang sudah dirangkai di kepala Bu Fatma seketika ngeblank.
1.8K viewsOngoingAdded to Library 38 Times as berbaring kangkang
Read
+Library
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

tegur seseorang pada temannya yang konyol. Baraka sendiri membatin, "Wah, kok malah jadi begini! Pertarungan ini bisa menyebar ke mana-mana dan aku bingung mengambil sikap kalau begini!" "Kang Baraka... Kang... minta cap jempolnya, Kang!" seru seorang gadis remaja yang cantik imut-imut itu. "Untuk apa cap jempol?" "Untuk kenang-kenangan, Kang! Aku pengagum beratmu lho, Kang!"
1030.5K viewsOngoingAdded to Library 824 Times as berbaring kangkang
Read
+Library
BARA CINTA TERLARANG

BARA CINTA TERLARANG

Akhirnya kami terhempas di ranjang dengan kelelahan, keringat membasahi tubuh kami disertai cairan yang membasahi kedua pahaku dan paha kekasihku. Kami memagut tubuh kami dalam satu penyatuan kuat, sulit melepaskan nikmat yang masih tersisa di seluruh tubuh kami. Bara nikmat semakin lenyap dari tubuh kami, tidak diiringi dengan bara cinta terlarang yang meredup. Bara cinta terlarangku semakin berkobar-kobar , ingin terus merengguk nikmat cinta terlarang.
95.7K viewsCompletedAdded to Library 228 Times as berbaring kangkang
Read
+Library
OBSESI BARA

OBSESI BARA

"Mas baik-baik saja, sayang ... ini hanya keringat dingin yang keluar dari sesuatu yang tidak bisa dikeluarkan." "Tidak bisa dikeluarkan, apanya?" "Sesuatu yang seharusnya keluar dari sarangnya!" Bara mencebik, semalam dirinya jelas tersiksa, tapi sang istri malah enak tidur. Ya, jelas itulah alasan ia berkeringat dingin. "Kamu berkata apa sih, Mas?" Arrgghh! Kenapa kau tidak mengerti Laila! Ia tersiksa karena belum memasukan burung kesarangnya!
1027.1K viewsCompletedAdded to Library 569 Times as berbaring kangkang
Read
+Library
Istri Lugu Presdir Dingin

Istri Lugu Presdir Dingin

"--Sekali lagi kau memanggil ku, Kakek. Anjingku akan mencabik-cabik mulut mu!" Glek! Barra pun meneguk saliva saat mendengarnya. Sedangkan Dion lagi-lagi menahan tawa karena Barra yang tak dapat melawan seorang Kakek di sana. Dan ini demi apa? Demi buah mangga. ** Maaf ya teman-teman bumil sekarang sedang menunggu lahiran, jadi update nya di maklumi karena nggak bisa seperti kemarin-kemarin, terima kasih atas pengertiannya.
9.71.6M viewsCompletedAdded to Library 39.1K Times as berbaring kangkang
Show Reviews (268)
Read
+Library
Shila Idolanya Solihin
seru bnget baca ny,,,sampai setiap hari ingin mmbaca nya dn brharap Nia dan Dion kmbli bahagia lagi,,seperti sblm Karina hadir dn skrg kan Karina udah dicerai kan Dion jdi semoga Nia memaaf kan Dion dn kmbli bhgia dgn Dila,Zaki ,dn ank Dion yg lgi dikandung Nia skrg aamiin
Ora Weroh
ceritanya bagus. tp bab 123 dionnya yg sebagai laki" gk tegas dan gk peduli sma sekali hanya karna istri pertamanya datang malah melupakan istri ke2 bahkan dsaat dia memberi kabar kehamilannya.padahal nia yg telah mmberi kebahagiaan disaat dirinya terpuruk setelah ditinggal karina. inget karma dion
Read All Reviews
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status