Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dendam Membara Sang Dewa Perang

Dendam Membara Sang Dewa Perang

Di sana, seorang pria berpostur raksasa sedang mengangkat barbel 150 kilogram dengan mudah, seolah barbel itu hanya seberat tongkat kayu. Duke Samson. Tingginya sekitar 195 cm dengan tubuh yang dipahat sempurna oleh latihan bertahun-tahun di penjara. Yang paling mencolok adalah tato ular kobra raksasa yang melilit kedua lengannya dari pergelangan tangan hingga bahu. Setiap sisik digambar dengan detail yang mengerikan, mata ular itu seperti hidup dan menatap siapa pun yang berani memandang.
101.9K viewsOngoingAdded to Library 46 Times as berbaring kangkang
Read
+Library
Saga Sang Gagak Barong

Saga Sang Gagak Barong

“Terima kasih atas kehadiran kalian semua disini. Kalian adalah bagian dari keluarga besar Gagak Barong. Saya paham kita semua bekerja keras dan berkorban demi kebaikan bersama dengan peran kita masing-masing. Untuk itu, mari bersulang untuk organisasi kita.” Wignya Shuman memberikan segelas champagne yang baru saja disiapkannya untuk Guntur. Yang lain kemudian memegang gelas mereka masing-masing. “Demi kejayaan Gagak Barong!” ujar Guntur tegas. Mereka semua mengulangi kalimat Guntur dan bersulang dengan gembira.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 41 Times as berbaring kangkang
Read
+Library
DERITA WAJAH JELEK

DERITA WAJAH JELEK

Baginya, keberadaan Citra hanya lalat yang bisa diabaikan tanpa perlu diperhatikan lebih lanjut. “Hmph! Dasar wanita pengganggu! Apa kamu pikir aku masih bodoh melihat air mata palsumu itu? Tidak mungkin!” gumam Bara masih sulit meredakan amarahnya. Di dalam kamar kost yang tidak terlalu luas itulah salah satu tempat yang membuat Bara nyaman selama mengarungi kehidupan membosankan beberapa bulan ini tanpa keluhan sama sekali.
103.1K viewsCompletedAdded to Library 119 Times as berbaring kangkang
Read
+Library
Gairah Istri Kelima Juragan

Gairah Istri Kelima Juragan

"Bagar jagung, bakar ayam bakar ...." "Barbeque-an ...." sambung Chandrakanta. "Ya ... itu barbeque-an. Undang Mbok Giyem, Pak Hartoyo, Ibu Tua, Ibu Rania, Suma, Kanaya, Mami Praya, daan Kak Beatrix ...." ucapnya dengan tatapan mata nelangsa. Suma lalu menangis dipelukan Malini. Keduanya terisak, bahu terguncang-guncang, air mata tumpah ruah tak henti.
1061.4K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as berbaring kangkang
Read
+Library
ADDIVA

ADDIVA

I Saw you🎶 And knew what i was trying to do🎶 I had to play it real, real smooth🎶 And once i finally made my move🎶 I went crazy over you (ah, ah)🎶 Over you, only you (ah, ah)🎶 I went crazy over you🎶 Like eee, eee, eee🎶 Gerakan melepas cepolan rambut hingga tergerai indah bersamaan dengan musik yang berakhir. "Keren banget." "Damage nya enggak kaleng-kaleng." "Jadikan gue suamimu plis." "Kak Diva woah." "Sahabat gue tuh." "Pacar bos gue tuh." Teriakan mereka seketika senyap kala mendengar seruan terakhir, siapa lagi kalau bukan Bara. Karena hanya Bara lah yang berani berteriak seperti itu.
9.813.5K viewsOngoingAdded to Library 297 Times as berbaring kangkang
Read
+Library
Debaran Tiga Menit di Dalam Terowongan

Debaran Tiga Menit di Dalam Terowongan

Aku berpegangan pada sandaran kursi di depanku, kuku-kuku tanganku menancap dalam ke permukaan kulit kursi itu, agar bisa menopang tubuhku yang sudah sangat lemas. Keringat membasahi tali tipis bajuku dan rasa lengket menempel di kulit. Tali tipis thong-ku juga sudah basah oleh cairan tubuh dan keringat, menyelip canggung di sela-sela tubuhku.
2.3K viewsCompletedAdded to Library 86 Times as berbaring kangkang
Read
+Library
Ah! Mantap Sekali Mbak

Ah! Mantap Sekali Mbak

kata Bara sambil menunjuknya. Lola melihat itu dan tersenyum, "Kan aku udah bilang, mau dibantu pakai tangan nggak?" "Nggak usah, sayang. Aku cari angin segar aja di luar. Lagian aku bisa kok menahannya. Aku nggak semesum itu dan memaksamu," ujar Bara. "Eleh... Bisa-bisanya ngaku nggak mesum. Yaudah, sana. Apa aku temenin?" tawar Lola.
1057.8K viewsOngoingAdded to Library 1.6K Times as berbaring kangkang
Read
+Library
Bara Dendam Membara

Bara Dendam Membara

Ia berlari tanpa suara ke kamar orang tua, lalu membuka lemari besar di sudut ruangan. Tanpa ragu, ia masuk dan menutup pintu lemari dari dalam. Napas seolah tertahan. tangan mungil itu menutup mulut sendiri agar tidak bersuara, suara langkah kaki semakin dekat, lemari-laci dibuka paksa, barang-barang dibanting, seseorang mengumpat pelan. “Cari sampai ketemu!” Waktu terasa membeku. “Kita harus begerak cepat,” kata yang lain. “Gu Qiang tidak mau ada sisa.”
588 viewsOn holdAdded to Library 21 Times as berbaring kangkang
Read
+Library
Anomali Dunia Darma

Anomali Dunia Darma

kata Deon gamang. “Kau tahu arti lirik lagunya, Deon?” otot Bara memang berlebih. Perawakan jangkung besar, dengan bisep dan trisep yang mengembang seperti roti cuason, menyudahi kesempurnaan dirinya di bidang olah raga. Tidak dengan di bidang bahasa. “Kau tidak mengerti Bara?” “...” Bara menggeleng ke kiri dan ke kanan, kali ini dia tidak menggunakan otot bisep dan trisepnya.
1.8K viewsOngoingAdded to Library 63 Times as berbaring kangkang
Read
+Library
Belenggu Hasrat Dendam Membara

Belenggu Hasrat Dendam Membara

“Sial.” Ruang rapat Cross Group siang itu lebih dingin dari biasanya. Entah karena suhu AC yang terlalu rendah atau Marcus sengaja ingin semua orang merasa tidak nyaman, tidak ada yang tahu. Marcus berdiri di depan layar, kedua tangannya di belakang punggung. Pose khasnya ketika ia sedang ingin membedah seseorang hidup-hidup dengan kata-kata. “Kita punya masalah,” katanya tanpa pengantar.
929 viewsCompletedAdded to Library 35 Times as berbaring kangkang
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status