Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mati Kembar

Mati Kembar

Usia enam tahun banyak member mereka pengalaman baru daan seringnya mereka tidak pernah melewati untuk bercerita padaku. Walau sekilas wajah mereka sangat mirip tapi, aku dapat membedakan masing-masing di antara penampilannya. Aku selalu menandai Andin dengan bandonya yang lucu selalu lengket di kepalanya sedangkan Andita aku tandai dengan tidak memakai bando karena ia tipe anak yang agak cuek tak ingin ribet apalagi ada benda yang nyangkut di pucuk kepalanya.
105.9K viewsOngoingAdded to Library 129 Times as berbaring kangkang
Read
+Library
CEO Dingin yang Terpaksa Menikahiku

CEO Dingin yang Terpaksa Menikahiku

“Tapi kalau kali ini Mas nggak datang, tiada maaf bagimu!” “Aku pasti datang,” jawab Bara tenang. Dipandanginya wajah Baby yang sudah seperti adik sendiri itu. Terlihat lebih damai dan dewasa sekarang. “Kamu terlihat gemukan,” ujarnya spontan. “Mas! Jangan body shaming gitu dong.” Baby langsung cemberut. “Bukannya bagus ya?” Bara tertawa kecil. “Kalau gemukan, tandanya kamu semakin damai dan sejahtera.”
9.8121.2K viewsCompletedAdded to Library 4.5K Times as berbaring kangkang
Show Reviews (32)
Read
+Library
Indy Shinta
Maaf, sempat cuti nulis krn fokus mengurusi paksu yg sdg pemulihan pasca pendarahan di jantung. Makasih ya sudah setia menantikan Bara & Cheryl. Sudah update lagi yaa. Sedikit lagi menuju tamat nih :)
Miumiu Dara
menunggu bab selanjutnya & nanti di bab itu ada tulisan: sy terima nikah & kawinnya Cherry Anandita... (semoga dpt suami yg bener sayang, setia& cinta sm Cherryl), hayo dong Thor kasih bab yg banyak, kok klo weekend kadang ga di upload bab baru. semoga Thor sekeluarga sehat
Read All Reviews
Dendam Membara Tuan Muda

Dendam Membara Tuan Muda

Tatapannya tertuju pada gagang pintu yang bergerak tidak karuan tepat di hadapannya, sementara ia terus membiarkan indra pendengarannya mencerna teriakan kebencian serta tangisan putus asa dari dalam sana. "Kau pria gila! Tidak waras!" jerit Starla di sela rintihannya. "Aku membencimu! Kau lelaki paling bajingan di dunia ini. Kau lelaki keparat yang pernah aku temui. Kau kejam dan jahat. Aku membencimu, sialan!" "Buka pintunya, bedebah! Buka pintunya!" "Aku membencimu! Aku sungguh membenci dirimu, Skylar ...." Tangisan itu terdengar semakin pecah dan parau. "Aku membencimu. Sampai mati pun aku akan tetap membencimu!"
1.7K viewsOngoingAdded to Library 35 Times as berbaring kangkang
Read
+Library
Istriku Bar-Bar

Istriku Bar-Bar

Nabila meraihnya cepat, lalu membukanya. 'Apa....!!' Hai teman-teman, kangen nggak sama mereka? Tidak kah?😂😂😂 Jangan lupa dukungannya dari kalian semua😀☺️☺️
1014.7K viewsCompletedAdded to Library 572 Times as berbaring kangkang
Read
+Library
Velvet Bloodline

Velvet Bloodline

Pikirannya kacau, masih terbayang senyum dingin Kesia dan tessen besi yang berkilau di kegelapan malam. ​Di atas sandaran kursi ukir di sudut kamar, Bara, si kakatua hitam endemik Papua, bertengger dengan angkuh. Jambulnya tegak, matanya yang cerdik mengikuti setiap pergerakan Emilia. Burung itu tampak sangat bersemangat, seolah-olah tumpukan koper di lantai adalah panggung pribadinya. ​"Pindah! Pindah! Moskow dingin! Hawaii panas! Krak!" seru Bara, memulai celotehannya.
10820 viewsOngoingAdded to Library 23 Times as berbaring kangkang
Read
+Library
Dendam Membara Tuan Muda Yang Terbuang

Dendam Membara Tuan Muda Yang Terbuang

kata Dara dengan suara mendayu. "Kamu selalu mengerti aku sayang. Kamu tidak pernah mengecewakanku. Itu yang aku suka dari kamu. Berbeda dengan Hanum yang membosankan," kata Adijaya memuji Dara. "Tentu saja aku berbeda. Walaupun Hanum lebih cantik dariku, dia sama sekali tidak bisa menyenangkanmu," kata Dara bangga. “Ya, kamu benar Sayang, hanya kamu yang bisa membuatku melayang saat bercinta,” jawab Adijaya menarik Dara dan menyatukan nafas mereka.
103.7K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as berbaring kangkang
Read
+Library
Geger Kahyangan

Geger Kahyangan

sahut Bara masih dengan nada mencibir. "Kau tahu apa tentang diriku! Yang kau tahu hanyalah soal wanita dan wanita! Kau tidak tahu bagaimana aku mencari kekuatan untuk bisa berada di atas arena ini! Bagaimana sakitnya bersaing dan dicibir oleh saudara sendiri sampai aku harus menahan semua itu di dalam hatiku! Apa kau tahu rasanya menjadi sampah hah!? Kau tidak tahu apa-apa bajingan! Kau terlahir sebagai dewa dan memiliki takdir yang tidak dimiliki oleh orang lain! Kau tak akan pernah tahu, seperti apa rasanya berada di bawah..." kata Chang Hao berapi-api. Mendengar hal itu, tertawalah Bara Sena hingga terbahak-bahak. Bahkan sampai air matanya meleleh keluar.
8.962.6K viewsOngoingAdded to Library 1.9K Times as berbaring kangkang
Read
+Library
TANPA BA BI BU HEY NIKAH YU!!!

TANPA BA BI BU HEY NIKAH YU!!!

Bara tertawa kecil mendengarkan sesuatu yang dikatakan Dira, lalu menatap cat di tangannya dengan ekspresi yang hanya muncul saat ia benar-benar nyaman. Rasanya aneh. Tidak seperti cemburu yang meledak, tapi seperti sesuatu yang menetes perlahan — dingin, menyusup ke dada. “Bar,” panggilnya akhirnya. Keduanya menoleh. Bara tampak terkejut, lalu tersenyum agak kikuk. “Eh, Sis! Ini Dira. Kita lagi bahas konsep pameran minggu depan.”
874 viewsOngoingAdded to Library 17 Times as berbaring kangkang
Read
+Library
Hati yang Tak Bergeming

Hati yang Tak Bergeming

Javas Balakosa telah naik takhta. Dia memahkotai Garwita Ranjana sebagai permaisuri. Sedangkan Gantari Ranjana, istri sah yang menemaninya berdarah-darah dan bertarung dari status pangeran hingga menduduki takhta, hanya mendapatkan gelar selir agung. Hari saat titah kerajaan diturunkan, Istana Ayodya hening mencekam. Para pelayan menundukkan kepala dan menahan napas. Mereka takut Gantari akan menangis, mengamuk, melempar barang-barang, atau histeris seperti para selir yang kehilangan kasih sayang kaisar. Namun, Gantari justru menerima titah itu dengan tenang. "Saya mengucapkan terima kasih atas kemurahan hati Yang Mulia." Suaranya datar, tanpa ada ekspresi di wajahnya. Bahkan di mata almon
719 viewsCompletedAdded to Library 21 Times as berbaring kangkang
Read
+Library
Balada Asmara Biduan Dangdut

Balada Asmara Biduan Dangdut

Aku, Dewik dan Kang Bambang berusaha terus meyakinkannya, jika kami pergi tidak lama. “Udah deh tenang aja, Mbok. Kami pasti kembali lagi kok ke sini, tenang aja udah, santai,” ucapku meredam tangisannya. “Iya nih, Mbok itu kok pakai nangis-nagis segala kayak drama korea aja.” Kang Bambang tertawa. “Iya betul itu, Mbok. Udah, Mbok tenangin diri dulu, ya.” Dewik mengusap-usap punggung Mbok Bariyah.
1010.5K viewsCompletedAdded to Library 376 Times as berbaring kangkang
Show Reviews (13)
Read
+Library
ms huang
hi kk...aku datang dukung kmu dgn ksi 5* biar cpt nyala bintangnya yaa... yukkk intip ceritaku juga kk. judulnya KEKASIH BRENGSEKKU ...uda msuk bab 18...cerita ttg hubungan toxic, dijamin seru! makasi y kk ...
liza sarah
cerita yg unik. gk tau kisah nyata ato gk, tp ngalir alami gt jln ceritanya. gk bnyk2 drama buatan buat seru cerita. sukaaaaak.... lucu, seger ceritanya. pesan moralnya jg dpt. ya ampuuuun setelah tamat ceritanya br berasa kehilangan. keren lah, gk bosen bacanya.
Read All Reviews
PREV
1
...
456789
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status