LEMBUR TENGAH MALAM
Tapi sebelum abang ojek itu pergi sepenuhnya, dia mendengar suara motor itu bergerak lagi—tetapi kali ini ke arah yang tidak mungkin.
Gracya mengintip dari sudut matanya, dan apa yang dilihatnya membuat bulu kuduknya berdiri. Abang ojek itu, lengkap dengan motornya yang terbelah, melaju langsung menuju tembok kampus. Dan dalam sekejap, tubuhnya menembus tembok tersebut dengan lancar, meninggalkan jejak tipis darah di belakangnya.
Dia masuk ke rumah sakit kampus, pikir Gracya, napasnya tersendat.
Hot Chapters