Tunggu Pembalasanku, Mas!
Entah apa lagi maunya!
"Cukup, Bu, tidak usah menyangkut pautkan semua ini dengan aku yang tidak bisa memiliki anak. Tidak ada hubungannya sama sekali. Seharusnya perkataan Ibu tadi cocoknya buat diri Ibu sendiri. Ibu lah yang pantas disebut sebagai wanita berhati iblis. Ibu lah penyebab utama kehancuran rumah tanggaku dengan Mas Hanif. Ibu yang tega, tega menghancurkan pernikahan dua keluarga sekaligus. Setelah Ibu berhasil menghancurkan rumah tangga Mama dan Papa, Ibu ternyata belum puas. Dan sekarang rumah tangga anakmu sendiri, Ibu hancurkan juga. Masih belum puas?"
Susah sekali berurusan dengan ibu mertua, bisanya cuma menyalahkan orang lain atas kesalahannya sendiri.