Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
ALKEMIS TERAKHIR

ALKEMIS TERAKHIR

katanya pelan, mengingatkan Asmar akan nama murid mudanya itu. Asmar tersenyum tipis. "Ya, Zidan... Kau dan aku, kita akan belajar bersama tentang pemulihan ini, nak," bisik Asmar, seolah berbicara pada Zidan. "Selain pemulihan, pondasi awal seorang alkemis juga penting, terutama mengingat level energimu sudah mencapai tingkat empat." Mendengar ini, Kakek Suma tampak terkejut. "Tingkat empat? Jadi, pil ginseng itu menaikkan levelnya?"
1010.9K viewsCompletedAdded to Library 305 Times as berciuman
Read
+Library
ARE YOU DONE, MY DEAR?

ARE YOU DONE, MY DEAR?

"Kalau Kenzi baca di internet, cacat itu kehilangan kemampuan untuk mempertahankan hidup." Cynthia tertawa kecil tanpa sadar lalu menutup mulut. Ana mengejek. "Karma karena sudah merebut adikku." Kenzi menatap Ana. "Tujuh puluh delapan ditambah dua belas adalah sembilan puluh, tabel periodik unsur kimia 1A terdiri dari H, Li, Na, K, Rb, Cs, Fr-"
634.4K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as berciuman
Read
+Library
Keluarga Beracun

Keluarga Beracun

Aku menatap balik mencoba mengingat siapa orang ini, wajahnya terlihat tak asing tapi aku tidak ingat siapa. “Ini aku Bima.” Aku mencoba mengingat-ingat. Dalam pikiranku orang bernama Bima adalah teman lamaku di sekolah dulu, tapi orangnya gemuk dan agak hitam. Sedangkan di depanku kini berdiri lelaki yang gagah dan putih bersih. “Bima yang dulu sering di bully karena gendut dan hitam. Tidak ada seorang pun yang mau berteman kecuali perempuan tomboy bernama Rara.” Jelasnya.
17.6K viewsCompletedAdded to Library 439 Times as berciuman
Read
+Library
BERCINTA DENGAN HANTU

BERCINTA DENGAN HANTU

BLUB Arangpun menyala, mbok Rah dengan tenang membolak-balik arang agar menjadi bara merata, setelah dirasa bara sudah merata, lalu mbok Rah mengambil lagi buntelan plastik kecil, dibukanya pelan-pelan, ternyata berisi serbuk kemenyan, dijumputnya serbuk itu lalu di taburkan perlahan di atas bara, aroma khas kemenyan yang di bakar segera memenuhi ruangan, mbok Rah segera mengatur posisi duduknya dengan bersila, telapak tangan menangkup di depan dada seperti sikap menyembah, kemudian matanya mulai memejam, Sejenak mbok Rah membuka matanya, tangannya meraih kemenyan dan menjumputnya kembali, lalu ditaburkan perlahan diatas bara, wajahnya tampak memerah, entah oleh karena efek panas bara, atau
9.882.6K viewsOngoingAdded to Library 2.4K Times as berciuman
Read
+Library
BANGKIT

BANGKIT

omelnya. Bisma mencari hadiah untuk Aini sesuai perintah Arga, ia datang ke toko kado dimana ia bisa memilih hadiah yang akan diberikan. Pilihan Bisma jatuh pada boneka Boba yang cukup besar berwarna coklat, tidak tahu mengapa ia tertarik dengan boneka itu. "Mbak tolong boneka yang ini satu," pintanya pada penjaga toko. Setelah mendapatkan hadiah untuk Aini ia bergegas kembali ke kantor, dan nantinya ia akan bertanya pada sang Papa dimana mereka akan merayakan ulang tahun Aini.
101.9K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as berciuman
Read
+Library
Koma

Koma

tanyaku. "Emmm, orang tuaku bilang itu terjadi karena aku kekurangan vitamin..., vitamin..., ya pokoknya itulah," Rimba terlihat agak kesal karena gagal mengingat jenis vitamin. "Kenapa enggak dicat warna hitam aja?" penyakit kepoku mencapai stadium 4. "Kata orang tua ku enggak boleh, alasannya juga enggak jelas." Aku mangut-mangut mendengar penjelasannya.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 110 Times as berciuman
Read
+Library
Pak Dosen Tak Bisa Melepaskanku

Pak Dosen Tak Bisa Melepaskanku

bau logam yang menyengat dan amis. "Pak Gun berbau tembaga," gumamnya. Otaknya berputar cepat, menggali memori pelajaran kimia yang hampir berdebu. "Dan tembaga adalah... KUPRUM." Sebuah senyum getir tersungging di sudut bibirnya saat ia mencari tabel periodik di layar ponsel. Jarinya berhenti di satu titik. Cu. Nomor atom: 29. "Dua puluh sembilan," desisnya. "Bahaya yang kamu maksud adalah simbol kimia, Yah?"
10886 viewsCompletedAdded to Library 22 Times as berciuman
Read
+Library
BERONDONG

BERONDONG

Dalam hatinya merutuki Rere yang kini hanya memakai bracidi. Bracidi a.k.a bra and cd Koetanx ma khancoets doang elah Memang sudah jadi kebiasaan Rere. Maya pun sudah bosan menggunakan pita suaranya untuk menasehati Rere. Bahkan, Maya kerap kali berteriak agar Rere tidak sembarangan ganti baju. Toh, kamar mandi juga ada. "Olahraga yang bermakna ambigu" "Males mikir"
108.2K viewsOngoingAdded to Library 320 Times as berciuman
Read
+Library
Penakluk Dunia

Penakluk Dunia

Mereka tidak pernah mendengar nama arsenik sebelumnya. "Ini ... Nona Ye, tolong jelaskan pada kami apa itu arsenik ...." Long Qi akhirnya berani untuk bertanya. Memperhatikan kalimat 'tolong jelaskan apa itu arsenik', Ye Xianying memutuskan untuk mengutip apa yang diingatnya dari wikipedia. "Arsenik merupakan unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol As dan memiliki nomor atom 33. Konfigurasi elektronnya [Ar] 3d¹⁰4s²4p³ dan melebur pada suhu 816,8°C. Arsenik adalah bahan metaloid yang terkenal beracun dan memiliki tiga bentuk alotropik, yaitu kuning, hitam, juga abu-abu."
9.8443.0K viewsCompletedAdded to Library 9.3K Times as berciuman
Show Reviews (181)
Read
+Library
Jimaro Chan
welcome back, Senior Ye. akhirnya hadir kembali setelah sekian lama, dan memberi kejutan besar tentang dalang pembantaian di Benua Utara. ceritanya makin rumit dan kompleks. Semangat tuk terus berkarya, Senior Ye....
Embunayu
Hai kak.. ijin perkenalkan novel saya ya.. menceritakan tentang pangeran yang lemah masuk dalam dunia beladiri, sihir, penyelidikan jati dirinya dan cinta Berjudul " Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api " silahkan mampir
Read All Reviews
CERMIN GERBANG CINTA

CERMIN GERBANG CINTA

Dia menatap Sina dengan tatapan merendahkan. “Gila! Kalian benar-benar berasal dari keluarga orang gila!” sungut Bryan sambil menggelengkan kepalanya. “yah ampun, Pak, bolehkah kita langsung pulang setelah mendapatkan hasil? Aku takut dengan rumah sakit ini,” rajuk Momo sambil menggelayut manja di tangan Harry. “Aku takut banyak orang gila di sini. Tadi dia tertawa kencang-kencang, terus Dokter Sina juga ikut tertawa mendengar leluconnya, malah dia berhenti tertawa dan marah-marah.”
105.0K viewsCompletedAdded to Library 185 Times as berciuman
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status