KELAMBU MERAH JAMBU
Teman dialogku kan, Sophia?
Mendadak, Home Room A1 ini menjadi sunyi. Sepi. Hening. Pokoknya, nggak ada satu orang pun yang bersuara, termasuk aku. Dalam hatiku silih berganti bayangan Sophia berdatangan. Senyumnya yang selalu terkembang, rambut pirang keritingnya yang manis, matanya yang hitam kebiru-biruan dan suaranya yang besar, mirip suara laki-laki tapi sedikit lebih lembut. Semuanya, terutama kebaikan dan ketulusan hatinya. Bagaimana dia selalu menjadi alarm dan psikolog untukku. Oooh, ooohhh, rasanya baru kemarin kami berkenalan. Iya, kan?
"Enggg, I am very sorry … Ummm, Miss Anyelir Nuansa Asmara, I will point your partner now and for the next time … In our class, enggg I mean in th
Hot Chapters