Home
Hingga detik selanjutnya, Mas Biru menatapku dan meminta jawaban.
"Aku nggak paham. Kasar darimananya, sih?" dia menatapku dengan dahi yang berkerut dalam. "Itu candaan tahun berapa? Ngen-thought? Hah ... kayak familiar ... Ngen—"
Dia mendapat ilham sendiri lalu menutup mulut menggunakan satu tangan. Meskipun minim pencahayaan, aku masih bisa melihat wajahnya yang mulai merona. Mas Biru menggaruk pelipisnya panik. "Sorry, duh, goblok banget."
Hot Chapters