Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Terjerat Gairah Arjuna

Terjerat Gairah Arjuna

Berjalan sambil bercakap, dan lawan bicaranya itu. 'Ini bukan takdir, kan?' "Udah lama?" tanya Sena. 'Sampai gue lumutan, anj-astaga.' Juna hanya membatin untuk mengucap balasan semacam itu. Tidak etis jika ia berkata kasar di depan orang yang—kenapa Sena kenal gadis itu? Alhasil Juna hanya mengangguk sembari menegakkan tubuh dan menghadap mereka. Sebab tak kunjung dijelaskan dengan situasi saat ini, Juna menatap Sena dengan menampilkan gerak limit bibirnya.
109.5K viewsCompletedAdded to Library 247 Times as bicara itu ada seninya
Read
+Library
Legenda Dewa Cahaya

Legenda Dewa Cahaya

"Ini...Bukankah ini kekuatan Ratu Chu Yi!? Siapa kau sebenarnya manusia!? Bagaimana bisa kau memiliki kakuatan milik Ratu itu!?" "Kau bilang ingin membicarakan baik-baik dengan kami...Tapi kenapa kau malah melakukan hal hina macam ini!?" Bara Sena menyeringai. "Aku sedang membicarakan masalah ini baik-baik dengan kalian.Tentu saja itu kita lakukan dengan caraku...Jika kita bicara seperti biasa, aku tak yakin kalian bisa dipegang ucapannya atau tidak. Bukankah kalian ini Binatang Iblis? sejak kapan Iblis mau diajak bicara baik-baik dengan manusia? Hahaha! Konyol!" sahut Bara.
1076.4K viewsCompletedAdded to Library 3.1K Times as bicara itu ada seninya
Read
+Library
Janda Kembang Milik Polisi Perjaka

Janda Kembang Milik Polisi Perjaka

Suara bariton yang khas milik Tria menyentak kesadaran Senja begitu saja, sehingga ia pun tergeragap. "Sore-sore begini malah melamun. Gak takut kesambet?" diluar dugaan yang keluar dari bibir Tria malah sebuah gurauan receh. "Apa-apaan sih? Gak Lucu tau ..." gerutu Senja sambil manyun.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as bicara itu ada seninya
Read
+Library
Petaka Di Lorong Kampus

Petaka Di Lorong Kampus

“Aku Seno, asli Seno” Renata terkejut mendengar perkataan Seno. “Bagaimana bisa kamu menjawab pertanyaan yang ada di pikiranku?,” gumam Renata pelan, sangat pelan takut terdengar yang lain. “Kau meyuarakan pertanyaan dalam pikiranmu kencang sekali, jadi aku mendengarnya” ‘Jadi kamu sebenarnya bisa membaca pikiranku? Kenapa ga bilang dari dulu? Tau gitu kan kita bisa ngobrol dari tadi’ kali ini Renata berkata dalam pikiranya, tidak mengucapkan lewat mulutnya.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 122 Times as bicara itu ada seninya
Read
+Library
Bicara

Bicara

Sorry Sell, gue nggak maksud buat bohongin lo. ***** "Temen-temen lo kok kayaknya kesel sama gue, ya?" tanya Karin pada Bian, saat mereka baru saja tiba di kost-nya. Bian mengernyitkan dahinya bingung, karena tak mengerti apa yang dimaksud Karin. Karin mengembuskan napasnya sekilas, sebelum melanjutkan. "Apalagi Salsa. Sensi banget sama gue. Lo nggak bilang yang sebenarnya ya, gue ini siapa?"
7.5K viewsOn holdAdded to Library 196 Times as bicara itu ada seninya
Read
+Library
TAKDIR Cinta sang tuan muda

TAKDIR Cinta sang tuan muda

"Ah, berhenti membicarakan hal seperti ini. Aku jadi jijik,"ucap Sena dengan ketus, kembali memainkan ponselnya. "Sena, Sena … dilihat-lihat kau sama saja dengan Joan," ucap Kiana dengan suara berbisik, keras kepala Sena sama seperti Joan. gadis itu tak mau kalah sama sekali, ia harus tetap ada di atas.
103.9K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as bicara itu ada seninya
Read
+Library
Pembalasan Istri yang Kehilangan

Pembalasan Istri yang Kehilangan

"Kenapa kau menatapku seperti itu?" "Tidak." "Senna, ikutlah denganku sebentar, ada yang ingin aku bicarakan denganmu. Ini tentang bisnis kita," ucap Nyonya Li. Senna mengangguk. Lalu pergi meninggalkan wanita itu. Di belakangnya, wanita yang tadi bertindak seolah membela Senna justru menggunakan mulutnya untuk mencacinya. ***
105.6K viewsCompletedAdded to Library 117 Times as bicara itu ada seninya
Read
+Library
Bukan Siti Nurbaya

Bukan Siti Nurbaya

"Halah... Kelamaan. Nungguin lo sama aja besok malam beraksinya." "Lo dengerin gue kan, Do? Kalau gue bilang besok ya besok!" ucap Sena tegas. "Iya... Iya... Yaudah ah. Gue mau cari inceran dulu." Arfan yang juga mendengarkan obrolan diantara keduanya ikut menyahut. "Siapa inceran lo? Banci?" ledeknya. Sena yang tadinya kesal jadi tertawa mendengar ejekan Arfan untuk Aldo.
1010.3K viewsCompletedAdded to Library 308 Times as bicara itu ada seninya
Read
+Library
Semalam Dengan Sepupumu

Semalam Dengan Sepupumu

“Aku pikir mengganggumu, mana tahu kamu sedang chatting dengan Seno atau bahkan video call.” “Seno? Mas Sena kali,” cetus Selly, mengapa pula tiba-tiba Rama malah membahas Sena. Terdengar seperti sedang cemburu, tapi tidak mungkin dan Selly tidak ingin terlalu percaya diri. Toh, dirinya sudah menjelaskan siapa Sena dan bagaimana hubungan mereka. “Entahlah, aku tidak ingat namanya.” “Tidak ingat, tapi dibahas,” gumam Selly dan bisa didengar oleh Rama di ujung sana.
105.2K viewsCompletedAdded to Library 172 Times as bicara itu ada seninya
Read
+Library
Terjerat Cinta Kakak Ipar

Terjerat Cinta Kakak Ipar

"Tua bangka kaya kamu rasanya aneh enggak bisa minum obat. Jadi aneh dan lucu aja." "Tapi saya serius sama ucapan saya." "Yang anggap kamu bercanda emang siapa?" tanya Senja. "Aku juga enggak nuduh kamu bohong." "Ya barangkali kamu nuduh ucapan saya barusan gimmick semata."
1033.0K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as bicara itu ada seninya
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status