Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
RANJANG PANAS KAKAK IPAR

RANJANG PANAS KAKAK IPAR

Keduanya pun duduk di sana dengan saling berhadapan. "Entah hanya perasaanku saja atau bagaimana, aku memiliki firasat buruk tentang Sena, Bu." "Ada apa tentang Sena?" "Entah Bu, tapi aku memiliki perasaan tidak enak tentang Sena. Mungkin aku akan ikut besok. Aku juga tidak tenang, Bu. Sebenernya aku ingin sekali mengatakan ini, tetapi aku berusaha untuk tidak mengatakan apapun pada Mas Bara. Kebetulan sekali tadi Mas Bara bicara tentang Sena," jawab Sinta.
10109.1K viewsOngoingAdded to Library 4.0K Times as bicara itu ada seninya
Read
+Library
Sweet Chaos

Sweet Chaos

Dan tentunya karena hidup Sena terlalu berharga. “Dengar apa kataku, kan?” “Iya.” “Jawab kalau dengar.” “Iya, denger.” Nada Sena penuh dengan pekasaan. “Kaki kamu sudah cantik. Kenapa malah disakiti begini.”
104.7K viewsOngoingAdded to Library 158 Times as bicara itu ada seninya
Read
+Library
Penyesalan CEO: Mantan Istri Melahirkan Pewaris Rahasia

Penyesalan CEO: Mantan Istri Melahirkan Pewaris Rahasia

“Bara, jangan terlalu baik begitu. Nanti malah bikin orang baper.” Suara itu datang dari arah pintu. Senja berdiri di sana, bersandar pada kusen kayu tua, kedua tangan dilipat di dada. Tatapannya menusuk, sinis, tertuju pada Kirana. Bara menoleh cepat, wajahnya memancarkan ketidakpercayaan. “Senja, apa maksudmu bicara begitu?” Senja mengangkat bahu, seolah tak peduli. Namun sorot matanya tajam, seperti pisau yang sudah terlalu lama disarungkan.
10140.2K viewsCompletedAdded to Library 5.0K Times as bicara itu ada seninya
Show Reviews (17)
Read
+Library
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Dinlea
novel ini bagus ceritanya.. cm terkadang ada rasa utk menskip krn bahasa yg digunakan terlalu bagus.. shg aku yg kurang pandai ini lebih suka bahasa yg langsung tp the poin dari cerita. tanpa perumpamaan.. maaf y Thor mksh
Read All Reviews
Pelabuhan Hati Sang Kapten

Pelabuhan Hati Sang Kapten

Bu Dila yang sudah tidak tahan pun meninggalkan dua wanita tersebut. “Chika,” ucap Sena tersenyum manis sambil memegang tangan Chika. Sena mencoba bicara dari hati ke hati. Chika adalah tipe anak yang tidak bisa di ajak bicara dengan nada tinggi. Bicara dengannya harus memakai nada yang lembut supaya emosinya bisa terkendali. “Iya kak,” jawab Chika yang masih memasang wajah cemberut. Dalam hatinya, Chika masih menyimpan rasa emosinya.
9.86.5K viewsOngoingAdded to Library 239 Times as bicara itu ada seninya
Read
+Library
Kotak Itu Berbicara

Kotak Itu Berbicara

“Oke, kita mulai latihannya.” Setelah selesai membuka latihan, Roni meminta bantuan Karina untuk membuka kotak yang dia bawa. Kotak itu sering disebut ‘Kotak Berbicara’, kotak yang menjadi bagian penting dalam perjalanan tim teater sejak dulu. Benda sederhana yang setiap waktu berganti tangan. Kotak itu sudah ada sejak angkatan-angkatan tim sebelumnya. Selain menjadi wadah kritik dan saran, kotak itu juga menjadi tempat curahan hati para anggota tim. Masalah memang sering terjadi di antara anggota tim dan Kotak Berbicara menjadi media untuk menyelesaikannya.
2.7K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as bicara itu ada seninya
Read
+Library
SENYAWA

SENYAWA

Ada senyum tersungging di bibir Varo mendengar ucapan Meera. “Ga usah takut sama aku, Ra. Aku udah jinak,” ucap Varo sambil melihat Meera di pantulan pintu lift. “Iya, aku tahu, kok,” ucap Meera lagi. Ia sedikit mencengkeram tas sandang yang dipegangnya, rasanya sangat canggung di dalam satu lift dengan Varo. “Memang ada acara apa sampai harus pulang cepat, Ra?” tanya Varo penuh selidik, matanya pun ia picingkan demi melihat gerak gerik Meera dari pantulan pintu lift.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 52 Times as bicara itu ada seninya
Read
+Library
Ada Apa dengan Bia?

Ada Apa dengan Bia?

tanya Bia terlihat sedikit bingung. “Nggak tau, Bi. Apa mereka nggak punya hidung, ya, Bi? Makanya mereka nggak tahu kalau itu bau,” jawabku dengan teori asal yang tiba-tiba melintas di kepala. “Apa bener ikan nggak punya hidung, Qi?” tanya Bia sedikit tak percaya. “Coba aja kamu kentut, Bi. Kalau mereka bilang bau, berarti mereka punya hidung. Kalau nggak, berarti mereka nggak punya, hehe,” ucapku.
106.7K viewsOngoingAdded to Library 180 Times as bicara itu ada seninya
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status