Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hidup di Dekapan Musuh Suamiku

Hidup di Dekapan Musuh Suamiku

Karena jauh di dalam hatiku do’a yang sebenarnya pergi ke arah yang berbeda. Semoga Bara dan Askara Corp menang kali ini. “Ya pasti berhasil lah,” jawab Seno dengan nada percaya dirinya yang tidak bisa digoyahkan siapapun. Aku hanya diam. “Udah ya, aku habis ini mau ada pertemuan lagi.” Seno mengakhiri pembicaraannya sambil terdengar bergerak ke tempat lain. “Iya,” jawabku yang hendak menurunkan ponsel dari telinga ketika tiba-tiba menyadari sesuatu.
10987 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai bicara itu ada seninya
Baca
+Pustaka
Pengawal Tanpa Mana & Sang Putri Genius

Pengawal Tanpa Mana & Sang Putri Genius

​"Soal klaim sepuluh elemen itu? Jangan terlalu dipikirkan." ​Dia terkekeh kecil, melambaikan tangan lagi seolah menyapu angin. ​"Dia hanya orang bodoh yang iseng menulis hal tidak penting demi mencari sensasi. Kau tahu sendiri, kan?” ​Sena menatap lawan bicaranya, nadanya berubah sedikit lebih serius namun tetap santai. ​"Tidak ada satu pun makhluk yang bisa menampung sepuluh elemen sekaligus di dunia ini..."
10476 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai bicara itu ada seninya
Baca
+Pustaka
Suami Misteriusku

Suami Misteriusku

Sena seolah memiliki hak untuk bertanya lebih tentang diriku. “Aku belum hamil. Maaf, Sen, sebaiknya kita bahas yang lain saja. Tidak etis jika kita mengobrol membahas masa lalu kita yang sudah lewat,” sergahku. “Ah, iya! Maaf-maaf, Sop. Aku tidak bermaksud!” ucapnya. Aku lebih banyak diam selama dalam perjalanan. Hanya Sena yang terus menerus berbicara membahas ini itu. Aku hanya menjawab ya dan ya, tidak ada kata lain lagi yang keluar dari mulutku.
102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai bicara itu ada seninya
Baca
+Pustaka
Kultivator Jiwa Modern

Kultivator Jiwa Modern

“Aku tahu. Tapi dia tetap anak kecil.” “Ya, tapi anak kecil yang mungkin jadi pusat dua hukum dunia!” Gerry menunduk, frustasi. “Kau pikir gila? Kalau Bara dan Risa masih ‘ada’ di dalam dia..” Sena membuka mata dan menatap keduanya. “Kalian bicara terlalu keras.” Gerry tersentak. “Hah..aku bahkan cuma bisik..” “Bukan suara,” Sena mengoreksi pelan. “Kepala kalian yang berisik.”
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai bicara itu ada seninya
Baca
+Pustaka
Dinikahi Calon Adik Ipar

Dinikahi Calon Adik Ipar

Malu pada diri sendiri karena pikirannya lari ke mana-mana hanya karena satu kalimat yang diucapkan Sena. “Jangan bercanda, deh, Mas! Mana bisa aku …” “Nggak bisa, kan?” potong Sena sambil mengubah posisinya menjadi terlentang. “Kamu nggak bisa melakukan itu dengan seseorang yang nggak kamu cintai. Iya, kan?”
1033.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 706 kali sebagai bicara itu ada seninya
Baca
+Pustaka
Mas Sena

Mas Sena

ucap Sena “Sudah Cukup, stop berbicara kekgitu. Tiap kali bicara sama lo tuh hawanya pen marah marah terus, dan juga kenapa harus lo sangkut pautin dengan pikiran kotor lo,” “Saya tidak berniat seperti itu. saya hanya ingin membicarakan kenyataannya saja Zelina,” “Gue gak peduli, yang penting gue gakmau nikah sama lo. titik,”ucap Zelina. “Kita lihat saja nantinya. dan akan kupastikan, kamu akan jatuh ke pelukanku,”ucap Sena tak mau kalah. “Helleh, anda terlalu percaya diri tuan Sena. Lebih baik antarkan saya pulang,”ucap Zelina.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai bicara itu ada seninya
Baca
+Pustaka
Dibasuh Empat Nyonya Cantik dan Menggoda

Dibasuh Empat Nyonya Cantik dan Menggoda

Senyum tipis yang sulit diartikan muncul di bibirnya yang dipoles gincu tipis. "Begitu ya? Kupikir Mbakyu sedang habis 'olahraga' malam," goda Sari dengan nada bercanda, namun matanya terus menyelidik. "Habisnya, kamar ini baunya aneh. Bukan cuma bau dupa cendana biasanya."
1046.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai bicara itu ada seninya
Baca
+Pustaka
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

ucap Senala lirih, tersenyum tipis. Mangkugalon menggaruk kepalanya, kikuk. “Aku cuma bilang apa yang kupikirkan.” “Kebanyakan orang menyaring dulu isi pikirannya sebelum bicara,” ujar Senala. Mereka tertawa pelan. Hembusan napas melegakan. Namun tawa itu tak bertahan lama. Suara rantai mendecit.
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai bicara itu ada seninya
Baca
+Pustaka
Bukan senior biasa

Bukan senior biasa

Erwin bertanya ulangkenA dengan wajah sangarnya yang sama sekali tidak terlihat dibuat-buat. "Ngerti, Bang," jawab semuanya serempak dengan lantang. "Mereka itu sok asyik banget, dikirai gue temannya kali, yang belakang juga pada gosip terus nggak ada sedikitpun yang menghargai kehadiran gue," sindir Rangga yang tiba-tiba jadi berubah sangar seperti Erwin sekarang,cLik ternyata dugaan Nandita sejak awal memang benar. Bahwa macan sangarl sesungguhnya memiliki ekspresi tenang.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai bicara itu ada seninya
Baca
+Pustaka
Takdir Cinta Sang Anak Koruptor

Takdir Cinta Sang Anak Koruptor

cibir Sena. "Nggak akan lah. Gila lo!" Sebenarnya, terdengar agak aneh di telinga Winena saat mendengar Sena dan Reiga yang sama-sama berasal dari daerah yang sehari-harinya menggunakan Bahasa Jawa tetapi berbincang dengan "gue-lo". Namun, Winena tidak menyuarakan pikirannya itu karena wanita itu tiba-tiba malah membayangkan jika suatu hari nanti ia dan Sena bisa berada pada titik ini.
108.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 212 kali sebagai bicara itu ada seninya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status