Dendam Putri Yang Terbuang
“Sekarang ini posisi Duke selangkah lebih unggul daripada kita. Jadi, jangan membuat masalah yang bisa semakin merugikan kita. Mengerti?”
“Mengerti.” Zeros menjawab sekedarnya.
“Bagus. Aku tidak melarangmu bermain dengan perempuan manapun. Tapi, jaga batasmu dengan wanitanya Duke jika tidak ingin tersingkir dari pertarungan ini,” ujar Demian memperingati.
Demian melempar besi itu ke perapian lagi, kemudian melangkah meninggalkan kamar tersebut.
Zeros bernapas legas, setidaknya sang ayah tidak menempelkan besi panas itu lagi ke tubuhnya karena berusaha membuat jalanya terhalang.