WANITA RAHASIA SUAMIKU
Aku harus segera membongkar kebohongan mereka ini.
Ku edarkan pandangku ke sekeliling ruang tamu rumah Bik Ijah, rumah yang berdinding papan kayu, bercat warna krem dengan pintu dan jendela coklat. Tak ada banyak perabotan di dalamnya, hanya 5 buah kursi dari anyaman rotan dan sebuah meja kayu yang sudah mulai tua, tetapi tetap bikin betah, karna rumahnya terlihat rapi dan bersih. Namun, tiba-tiba pandanganku tertuju ke bingkai foto lama di dinding rumahnya, di situ ada foto mudq Bik Ijah bersama seorang bayi yang ku perkirakan berumur 6 bulanan.
Tiba-tiba keheningan kami dibuyarkan oleh suara Bik Ijah yang datang dari arah dapur dengan sebuah nampan berisi air dan ubi goreng. “Silahkan dimi
Hot Chapters