Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Binti Raharjo

Binti Raharjo

"Iya. Doakan aku, May. Sebenarnya bukan dia saja orang yang akan naik gunung untuk ngalap berkah. Ada beberapa orang lagi, harusnya mereka bisa naik beriringan agar bisa saling menjaga. namun, benar apa yang dikatakan May, tujuan mereka berbeda. Wati menghela napas panjang. Sempat juga dia mengucapkan basmalah. Sungguh aneh ketika dia hendak mendatangi orang pintar justru ingat kepada Tuhan. Gunung Kawi benar-benar terlihat pulas. Tiada aktivitas vulkanik maupun tektonik. Bagai Kumbakarna, bertahun-tahun Gunung Kawi tidur, tidak menorehkan catatan letusan. Banyak yang percaya, sekalinya Gunung Kawi meletus maka akan memicu sangkakala kiamat berdengung menghapus kehidupan bumi. "Ambyar jagat
102.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai bima kkn
Baca
+Pustaka
Masa Iddah yang Ternoda

Masa Iddah yang Ternoda

saran Bima. "Aku takut kalau malam begini," kata Nadine beralasan. "Kamu gak punya teman buat jemput?" Dia bertanya lagi. Nadine menggeleng. Akhirnya Bima mengalah dan membiarkan wanita itu masuk untuk ikut bersamanya. Ternyata rumah mereka searah ketika dia bertanya alamat.
1063.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai bima kkn
Baca
+Pustaka
KAMINI ( Wanita Penuh Kasih Sayang )

KAMINI ( Wanita Penuh Kasih Sayang )

terang Almira menutup sesi perkenalan. Kamini bertatapan dengan Almira yang sudah diam tidak melanjutkan percakapan. “Lalu saya pribadi adalah Kamini Citra Kirana binti Sudarwanto gadis Cianjur,” ucap Kamini memperkenalkan dirinya sendiri. Ya, kan bunda Mimi tadi lupa mengenalkan dirinya. “Bunda Mimi tadi lupa nggak sebut Ami,” bisik Kamini pada Almira yang kemudian mengusap kepalanya dengan sayang.
1099.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai bima kkn
Baca
+Pustaka
Kebangkitan Istri yang Dikhianati

Kebangkitan Istri yang Dikhianati

“Papa, lihat ini!” Kiran mengitari ruang tengah dengan sepeda roda tiganya, sembari satu tangannya melambai ke udara. Bima menengadahkan kepalanya dari layar ponsel. “Hati-hati, Kiran. Nanti kamu jatuh.” Lantas Bima kembali fokus ke ponselnya lagi. ‘Sayang, aku kangen kamu…’ tulis pesan itu. Bima tersenyum tipis membaca pesan dari Vania.
1010.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 261 kali sebagai bima kkn
Baca
+Pustaka
Belenggu Gairah sang Presdir

Belenggu Gairah sang Presdir

“Dan ada seseorang yang terlibat jauh lebih dalam daripada Kirana. Seseorang yang sangat dekat dengan kita. Seseorang yang bahkan…” Tiba-tiba, sebuah suara dering ponsel memecah ketegangan yang pekat di ruangan itu. Dika mengalihkan pandangannya, sejenak ekspresinya berubah menjadi waspada. Ia mengeluarkan ponselnya dari saku. Matanya menyipit saat melihat nama di layar. “Ini Bima,” ucapnya, tatapannya kini kembali tajam, penuh perhitungan. “Dia jarang menelepon di jam seperti ini kecuali ada sesuatu yang sangat penting. Sesuatu yang gawat.”
531 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai bima kkn
Baca
+Pustaka
Pijatan Nikmat Sang CEO

Pijatan Nikmat Sang CEO

tanya Bima. "Apa?"
3.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai bima kkn
Baca
+Pustaka
BUKAN OB BIASA

BUKAN OB BIASA

Cibir Adam menertawakan Gira. "Biarin, namanya juga usaha!" Balas Gira memeletkan lidahnya, tanpa peduli dengan reaksi Susan dan yang lainnya dengan sikap centilnya terhadap Adam Mereka berangkat ke Bali dengan menggunakan bis perusahaan, sebuah bis dengan fasilitas premium untuk kapasitas empat puluh orang. Mereka berangkat jumat sore, sehingga mereka bisa memaksimal dua hari waktu liburan di Bali. Seperti yang diucapkan oleh Susan pada Gira sebelumnya. Ternyata, setiap orang sudah ditentukan tempat duduknya masing-masing.
9.1171.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.8K kali sebagai bima kkn
Baca
+Pustaka
KINASIH

KINASIH

"Bi, bagaimana kondisi Mama?" Asih duduk, memeluk wanita yang kini menangis. Hingga beberapa saat, Asih masih membiarkan Sumi meluapkan emosi yang menumpuk di dada. Sampai di suatu titik, wanita itu mengajak Asih menjauh dan duduk berdampingan. "As, apa mungkin ini yang disebut karma? Ana pernah menabrak seorang wanita dan anak kecil yang mengakibatkan bocah itu meninggal. Bibi juga tahu, wanita itu mengalami kerusakan di tulang kakinya."
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai bima kkn
Baca
+Pustaka
Bos Kampret Ku

Bos Kampret Ku

Nada suaranya masih meninggi. "Y-yang mana, Pak?" tanya Lila dengan polosnya. Dia sudah tidak bisa berpikir jernih lagi. "Bahaya clubbing cuma cewek-cewek berdua. Mau kamu jadi korban pemerkosaan?" "Ih, syerem banget sih, Pak." Ezekiel menepikan mobilnya di pinggir jalan. Entah mau apa dia, yang jelas kini dia menatap tajam ke arah Lila yang sudah seperti tikus terjepit kucing.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai bima kkn
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status