Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Castle

Castle

Lucy Annacakestarick
Akan tetapi, terkadang aku membuka mataku secara sembuyi tanpa kelihatan olehnya. Dia menghembuskan napas. Aku rasa dia sedang kesal. Lalu dia mengambil sebuah kain, dan berdiri di belakangku. Tangannya memutar ke hadapanku dan menutup kedua mataku dengan kain yang dia genggam. Kemudian dia mengikatnya dengan perlahan-lahan. Ikatan ini tidak terlalu kencang, sehingga aku tidak merasa tekanan yang sangat kuat menekan kedua bola mataku. Namun, tidak juga terlalu longgar, sehingga aku tidak bisa melihat apa yang ada di sekililingku.
104.1K viewsCompletedAdded to Library 157 Times as binding
Read
+Library
Terikat Padamu

Terikat Padamu

Ia mengangkat pinggulnya meminta lebih. Setelah pemanasan, Axelsev membelai bibir kewanitaan Lyria dengan kejantanannya yang mengeras dan panjang. Tubuh telanjang keduanya kini terjalin erat di atas ranjang kembali. Erangan lembut keluar dari bibir Lyria saat kesenangan menyapanya sekali lagi. Axelsev bergerak dengan lembut, tapi tetap saja intensitas kesenangan itu sulit ditanggung oleh Lyria.
10144.0K viewsCompletedAdded to Library 3.7K Times as binding
Read
+Library
PLAYER

PLAYER

Ans18958
“Nggak! Demi Tuhan, aku ngarasa bersalah sama Lily, Vin. Please, keluar, temuin Lily.” “Sampai detik ini hubunganku sama Lily masih kayak kakak adek. Perasaanku sama dia nggak berkembang ke arah cinta. Bisa nggak sih kamu percaya sama aku? Waktu pertunangan semakin dekat, harus kayak apa aku yakinin kamu?” “Aku juga mesti gimana meyakinkan kamu kalau hubungan kita nggak akan ada ujungnya?” "Fine!"
1039.0K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as binding
Read
+Library
BATARI

BATARI

bisiknya. Kata Sayang itu seperti rantai: hangat di permukaan, mengikat di dalam. Adrian menghela napas pelan, seolah menikmati reaksi yang tidak Batari izinkan terlihat. “Aku lebih tertarik… menyentuhmu.. pelan pelan.. sampai kau memohin padaku untuk berhenti.”
10578 viewsOngoingAdded to Library 17 Times as binding
Read
+Library
KINASIH

KINASIH

Satu per satu kancing kemeja Bayu dilepasnya, menampilkan dada bidang yang cukup membuat hatinya bergetar. Tanpa menunggu lama, Siska menjalankan aksinya dalam diam. Bayu terus mengumpat dalam hati. Mulutnya masih tersumpal, demikian juga dengan ikatan di tangan dan kakinya terlalu kuat. Bayu merasakan kebas dan nyeri saat dia terus berusaha bebas. Di saat seperti itu, Bayu terus merapalkan do'a, meski dia tak yakin ada bantuan yang akan datang padanya.
1.5K viewsCompletedAdded to Library 34 Times as binding
Read
+Library
Terikat Denganmu

Terikat Denganmu

Perlahan namun pasti, melalui tatapan yang sulit tersampaikan. Dan di bawah cahaya siang Arcadia yang lembut, benang merah itu… mulai mengikat dengan perlahan, namun pasti ... -----
449 viewsOngoingAdded to Library 15 Times as binding
Read
+Library
Dia

Dia

Kaki gadis itu semakin menekan di pijakan motor, takut kepleset dan dia mental dari kuda besi yang sedang melaju cepat itu. Bruuuumm! "GUE NGGAK BAKAL MAU DI BONCENG LO LAGI!" BRUUUMMM!!! Lea akhirnya menubrukan diri ke punggung Argan. Terdengar benturan dari helm yang gadis itu pakai dengan punggung keras Argan. Lea memegang jaket laki-laki itu erat, matanya terpejam.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as binding
Read
+Library
MATE

MATE

‘Bruk’ Tubuhku jatuh merosot saat tiba-tiba pria itu melepaskan cengkramannya. Aku langsung terbatuk-batuk dan segera mengambil napas sebanyak yang aku bisa. Kepalaku langsung mendongak, mataku bertemu langsung dengan mata merahnya setelah tangan dingin pria itu menarik daguku ke atas. Matanya menatapku tajam, ekspresi dinginnya membuatku tak bisa membaca apa yang akan dilakukannya. Tapi melalui matanya aku bisa melihat dendam dan amarah yang berkobar disana.
109.5K viewsCompletedAdded to Library 190 Times as binding
Read
+Library
BANGKIT

BANGKIT

bisik Rabithah "Hei kelinci, gue denger apa yang Lo bisikan ke Aini." Rabithah tidak memperdulikan Reza dan Rama, ia menarik tangan Aini menuju kantin. Ketika mereka menuju kantin, Aini di hadang oleh junior mereka yang memberikan ucapan serta hadiah ulangtahun untuknya. "Terimakasih," ucap Aini kepada mereka semua. Mereka berdua melanjutkan tujuan mereka yaitu kantin. Aini memesan nasi goreng karena hari ini ia ulang tahun, sedangkan Rabithah memesan bakso kosong.
102.0K viewsOngoingAdded to Library 47 Times as binding
Read
+Library
YOU

YOU

dewi Triana.A77106bole lies7
Dastan membatin "Dastan tolong pinjamkan aku pundak mu." linangan air mata masih saja menetes di pipi Bobby. Kening Dastan berkerut bingung. "Pundakku? Untuk... apa?" "Aku... aku... ingin bersandar dan menangis disana." Bobbi berujar melempar tatapan ragu pada Dastan.
9.911.2K viewsCompletedAdded to Library 302 Times as binding
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status