Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mendapatkan Tuan Dingin

Mendapatkan Tuan Dingin

Angin menyusup memasuki setiap lipatan kulit Atha. Tetesan demi tetesan hujan mulai turun menyentuh permukaan, membuat wangi khas jalan raya yang basah tercium oleh Atha. "Atha! Jangan main hujan!" "Atha! Nanti deman, cepat ganti baju!" "Atha! Kamu bandel banget ya! Dibilang jangan main hujan!" "Nanti mama kasih tahu papa ya kalau anaknya yang paling cantik, bandel gak mau nurut sama mama!"
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai bio wa dingin
Baca
+Pustaka
Ada Apa dengan Bia?

Ada Apa dengan Bia?

Padahal sebelumnya kami biasa duduk bersama seperti ini, tetapi entah kenapa aku juga merasa canggung dengan sikap canggung yang diberikan Bia. Kulirik sekilas ke arah Bia. Tampak gadis berwajah ayu itu sedang meringkuk kedinginan. Kedua tangannya ia gosok-gosokkan untuk menimbulkan rasa hangat. Beruntung aku tadi memberikan jaket kepadanya. Setidaknya, jaketku dapat mengurangi rasa dingin di tubuhnya. Beberapa kali kulihat Bia juga meniup kedua telapak tangan degnan mulut kecilnya. Membuat pipi putihnya semakin tembam saja. Cantik. Aku tak bisa menahan senyum melihat tingkah lucunya.
106.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 260 kali sebagai bio wa dingin
Baca
+Pustaka
Bimbingan Panas Pemred Dingin

Bimbingan Panas Pemred Dingin

balas Helena singkat. “Itu artinya, aku tidak perlu menjelaskan secara detail. Lagi pula, ini bukan waktu dan tempat yang tepat untuk membicarakan masalah pekerjaan. Aku kemari karena ingin menikmati sore yang indah dengan Dax,” ujar Justin, seraya kembali mengusap-usap anjingnya yang duduk tenang.
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai bio wa dingin
Baca
+Pustaka
RATU YANG DINGIN

RATU YANG DINGIN

*** Dalam perjalan menuju Bhumi tiba tiba hujan turun begitu deras, terpaksa para rombongan Tuan Wajendra harus membuat tenda untuk berteduh sementara. "Apakah dingin?" Tanya Cakara memperhatikan Ajeng seperti sedang meringkuk kedinginan. "Iya Kak, dingin sekali." Cakara memberikan mantel hangat dari bulu domba kepada Adiknya, lalu merangkul pundak Ajeng akan terasa hangat. "Ternyata, begini kasih sayang seorang Kakak." Batin Ajeng lirih kepada Cakara. "Apa masih dingin?" Tanya Cakara kembali, karena melirik Ajeng saat begitu serius sedang menatapnya.
3.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai bio wa dingin
Baca
+Pustaka
Editor Dingin Bikin Bucin

Editor Dingin Bikin Bucin

Pepohonan yang menggugurkan daun menyelimuti tepi danau, menambah pesona musim dingin. Nathaniel dan Isabella melangkah keluar dari perahu dengan langkah kaku. Mereka berjalan perlahan di atas salju yang renyah, mencari tempat yang sempurna untuk beristirahat setelah perjalanan dingin yang membuat tubuh mereka menggigil.
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai bio wa dingin
Baca
+Pustaka
Istri Kecil Om Dingin

Istri Kecil Om Dingin

Namun, keheningan itu tidak berlangsung lama ketika terdengar suara bel pintu rumah Winda. Ting, tong ... ting, tong .... Emily dan Winda saling tatap. "Siapa tuh, Win? Malam-malam gini ke rumah kamu?" tanya Emily. "Entahlah, aku juga nggak tahu," jawab Winda. "Atau jangan-jangan itu bokap sama nyokap kamu?" tebak Emily. Winda mengerutkan dahinya hingga membuat alisnya menyatu. "Kalau bokap sama nyokap aku kayaknya nggak mungkin deh, soalnya mereka bilang akan pergi lama."
9.9123.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.3K kali sebagai bio wa dingin
Baca
+Pustaka
Impian Dan Cinta Di Korea

Impian Dan Cinta Di Korea

“Wah, enak dong. Ga jalan-jalan?” “Ga lah, lagi puncak musim dingin. Suhu di luar bisa sampai minus lima belas derajat.” “Wih, asyik dong. Kayak di film-film, kalau ngomong bisa keluar asap dari mulut,” sahut Bianca.
106.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153 kali sebagai bio wa dingin
Baca
+Pustaka
DIA

DIA

Jawab Davka antusias dengan cerita anaknya. Sebenarnya ia tentu saja sudah tahu tetapi ia senang mendengarkan anaknya banyak bicara. Anulika termasuk anak yang ceria dan banyak bercerita. Berbeda dengan Tama yang lebih pendiam. "Leuwi manggu, Cianjur Selatan. Tempatnya sangat asri dan sejuk nggak kalah sama di puncak. Ada beberapa tempat wisata out Bond. Dekat dengan Curug Ngebul dan Curug Dadali. Asik banget tempatnya lohh." Lika bercerita sembari merentangkan kedua tangannya dan berputar-putar didepan ayahnya.
109.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 372 kali sebagai bio wa dingin
Baca
+Pustaka
BI-LA

BI-LA

Panggilnya lembut. Nila mendengus, “Gak mau bangun, Bunda gak usah niru suara Biru. Nila gak bakalan ketipu.” Biru makin tersenyum lebar ketika mendengar perkataan Nila tadi. “Ini beneran saya.”
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai bio wa dingin
Baca
+Pustaka
Suamiku Dingin!

Suamiku Dingin!

"Mau puding mangga?" "Yes, please." Aku mengambil semangkuk puding dari dalam kulkas dan aku tahu ada mata yang mengawasiku. Ruang tamu dan ruang makan sekaligus dapur memang dalam satu ruangan. Tak ada pembatas. Sembari menunggu Awan selesai makan, aku membereskan dapur dan mencuci piring. Rumah James tidak begitu besar. Hanya ada dua kamar tidur, dapur sekaligus ruang makan, dan ruang tamu. Tapi aku menyukainya. Sederhana dan elegan. Bangunan dan ornamennya berwarna putih dan memiliki pekarangan yang cukup luas. Val-David adalah perkampungan terbesar di Quebec. Tak hanya memiliki makanan yang lezat, pemandangannya saat musim gugur pun sangat menakjubkan. Dedaunan yang berwarna warni yang t
1054.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai bio wa dingin
Baca
+Pustaka
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status