Kontrak Cinta, Luka Nyata
Dari dalamnya, ia menarik selembar kertas tebal dengan tinta emas di bagian header.
“Dengan hormat,
Kami mengundang Saudari Alya. N. untuk hadir dalam acara Seminar Pemberdayaan Perempuan Indonesia yang diselenggarakan oleh Yayasan Citra Perempuan.
Narasumber utama: Ibu Ranti Dewantara.”
Nama itu membuat jantung Alya berhenti berdetak sejenak. Ia menelan ludah. Ranti. Perempuan itu.
Di bagian bawah, tercetak tegas tanggal, tempat, dan kode berpakaian, elegant formal. Namun, yang paling menusuk adalah satu baris tambahan dengan tinta hitam, tulisan tangan, jelas bukan dari percetakan.
Hot Chapters