Kubalas Pengkhianatan Suamiku
Pintu kamar mandi didobrak.
Seorang pria bermasker hitam berdiri di sana—memegang pistol dengan peredam, mengarahkannya langsung ke arahku.
"Bu Rani," katanya dengan suara datar. "Pak Besar minta saya sampaikan salam."
Lalu dia menarik pelatuknya.
Tapi peluru tidak pernah sampai padaku.
Karena dari belakang, seseorang menerjangnya—mendorongnya ke dinding, merebut pistolnya, dan menembak tepat di kepalanya.