Ah, Jangan Kakak Ipar
desisnya menggigit sudut bibirnya.
Ia melangkah tertatih menuju dapur, mengambil air hangat untuk mengompress ASI-nya.
Damar yang kebetulan masih terjaga di ruang tamu, menoleh cepat, “Ris? Kamu kenapa?” paniknya berdiri, menghampiri Risa.
Risa menunduk, panik, ingin menyembunyikan rasa sakitnya. “Nggak papa, Mas. Cuma ... kambuh lagi,” bisiknya lemah.
Hot Chapters