Hamil Anak Calon Wakil Presiden
Asap hitam terus menari-nari, menusuk-nusuk tanpa ampun, merobek kulit dan daging dengan ganas, hingga isi perutnya mulai tumpah keluar, berlumuran darah dan aroma kematian.
Sulistyo memiringkan kepala, menikmati setiap momen seperti seorang seniman yang mengagumi mahakaryanya. Ia menyeringai lebar, matanya penuh kilatan gelap yang menakutkan. "Bagaimana rasanya, hah? Bagaimana rasanya ditusuk berkali-kali di bagian perut? Ini cukup adil, bukan?" Suaranya seperti bisikan iblis yang bergema dalam ruangan yang dipenuhi aroma amis darah.
Bab Populer