Cahaya Biru
Dalam hati, aku tahu Lala benar, tapi ego dan amarah terkadang sulit untuk dikendalikan.
Kedua kaki Lala terburu-buru menginjak lantai sekolah yang dingin, aku mengikuti di belakangnya, hati masih berdebar setelah istirahat yang singkat. Napasku terengah saat kami keluar dari toilet, saat itulah Biru, yang memiliki tatapan yang tajam bagaikan mata elang, berpapasan dengan kami. "Dasar cewek bar-bar!" ucapnya sinis, nada suaranya seolah menuduh tanpa ruang untuk membela.
Hot Chapters