(Bukan) Istri Pilihan Tuan Davin
Dia berusaha menggapai tangan Cantika.
“Memangnya kamu berharap aku bilang apa, hah?”
“Sayang, jangan marah. Nanti kamu tambah cantik. Aku lebih suka melihat kamu tersenyum manis,” goda Bobby.
“Bodoh amat! Jangan ganggu hidupku lagi. Anggap kita tidak saling kenal!” pinta Cantika makin resah.
Bobby mendekatkan bibirnya di telinga Cantika, “ Tidak kenal? Jangan lupa Sayang, kita pernah berada di satu tempat tidur, berbagi—”