Misteri Pembalut Di Kamar Iparku
Setelah selesai dan beberes, aku langsung naik ke atas bermaksud membereskan sisa makan yang kubawakan untuk suamiku tersayang.
"Sayangku, cintaku, belahan jiwaku." Aku mendekat, bibirnya mengerucut seolah menahan kesal padaku.
"Jijik sekali aku mendengarnya." Membuatku tertawa dengan keras. "Gimana dengan Ibu? Dia sudah makan?"
"Kalau memang penasaran kenapa tak melihat sendiri?" Robi masih bermain ponsel milik Bobi. Aku melihat benda pipih kecil yang tertancap pada ponsel bagian bawah. "Rob, apa itu flashdisk?"