Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
BUKIT TENGKORAK

BUKIT TENGKORAK

Rumah yang terbuat dari kayu dan atap rumbia dibakar, bahkan masjid yang menjadi pusat kegiatan kampung tak luput dari serangan. “Diammu menjadi jawaban bagiku. Kurung dan bawa dia bersama kita. Akan kucuci otaknya dengan buku-buku dewasa. Agar dia tak lagi menjadi gadis suci. Pikirannya tak lama lagi akan terisi dengan hal-hal kotor!” perintah Daalen pada seluruh bawahannya. Cempaka, putri sulung kepala kampung masih mencoba berontak. Tak kurang dari lima orang serdadu yang menahan pergerakannya.
103.4K viewsCompletedAdded to Library 130 Times as bocah kampung
Read
+Library
Gairah Terpendam Anak Juragan Kampung

Gairah Terpendam Anak Juragan Kampung

Ceklek Pintu besar yang terbuat dari kayu jati berukiran gambar naga itu terbuka setengah, dan bersamaan itu terlihat Juragan Wildan keluar, di susul dengan Ayuna dibelakangnya. "Ada apa kalian berdua datang malam-malam begini?" Walaupun Juragan Wildan sudah tahu maksud kedatangan sepasang suami istri tersebut, namun Juragan Wildan seolah tidak perduli. "Juragan tolong anak saya Juragan, Jaka di bawa kekantor polisi, saya mohon tolong bebaskan anak kami Juragan," ucap Bu Romlah sambil menangis, memohon kepada Juragan kampung tersebut.
103.1K viewsCompletedAdded to Library 102 Times as bocah kampung
Read
+Library
Ditandai Sebagai Tumbal Saat Pulang Kampung

Ditandai Sebagai Tumbal Saat Pulang Kampung

Ia merasa amat mengenal temannya itu. Nilam senang, Suci ini rela datang jauh-jauh hanya untuk menyampaikan rindu dari maknya. Cerita tentang kampung terasa mengobati kerinduan Nilam. Kisah seru masa kecil di kampung juga membuat Nilam tertawa-tawa. Kadang mereka saling mengejek saat mengingat bagian yang lucu. “Aku paling ingat hebatnya kamu sama Neni main egrang. Yang tinggi lebih dari dua meter sekalipun kalian bisa, sampai manjat pohon dulu biar bisa naik, hehee.”
1027.5K viewsCompletedAdded to Library 577 Times as bocah kampung
Read
+Library
Sibunian Tongga - Kitab 2: Teratai Abadi

Sibunian Tongga - Kitab 2: Teratai Abadi

Tapi apa pun itu, orang-orang kampung cukup berpuas hati sebab pasangan suami-istri itu bisa pulang tanpa kekurangan satu apa pun—kecuali, pakaian mereka yang telah dirobek-robek sebelumnya. Pagi-pagi sekali, ketika kokok ayam pertama terdengar di kampung itu, Bungo telah lebih dahulu bangun dan keluar secara diam-diam dari rumah si Wali Jorong. Bukannya ia bermaksud tidak sopan kepada si tuan rumah, ia hanya tidak ingin memberikan kesulitan kepada mereka. Dengan menyediakan makanan ini dan itu, misalnya. Sebab ia tahu bahwa orang-orang ini bukanlah keluarga yang kaya raya. Jadi, dengan mengabaikan segala sopan santun, sang gadis berkelabat ke arah pepohonan yang ada di belakang rumah, sekej
1074.5K viewsCompletedAdded to Library 1.7K Times as bocah kampung
Read
+Library
Boy & Milly

Boy & Milly

Sekali lagi, Boy mendengkus sebal “Gue emang udah nikah, Ndre. Dan perempuan itu perempuan yang bukan sama sekali berasal dari kalangan kita. Karena itulah gue rahasiain pernikahan gue.” Andre memelankan tawanya seketika. Lalu dia menatap Boy dengan sungguh-sungguh “Bukan berada di kalangan kita? Maksud elo?” Boy menghela napas panjang, “Bapaknya satpam, ibunya penjaga toko di sebuah pasar, sedangkan dia dulunya sendiri cuma asisten artis.”
9.923.0K viewsCompletedAdded to Library 596 Times as bocah kampung
Read
+Library
Pernikahan Ketiga

Pernikahan Ketiga

“Jarang loh ada gadis yang suka masak seperti kamu apalagi cantik ... ucapnya tanpa sadar dan menghentikan aktivitasnya sebentar karena gugup. “Ma-maaf saya keceplosan ngomong, tetapi maaf kamu memang cantik kok!” lanjutnya lagi tetapi dengan suara pelan. “Hahaha ... Nak Bima kamu pemalu ya, maaf baru kali saya melihat pemuda yang sangat santun seperti kamu, jarang sekali ada anak muda seperti kamu yang mau kembali ke sini hanya untuk membesarkan kampung kelahirannya,” jelasnya antusias.
1010.6K viewsOngoingAdded to Library 390 Times as bocah kampung
Read
+Library
Lelaki Berengsek Yang Ternyata Ku Cinta

Lelaki Berengsek Yang Ternyata Ku Cinta

Setelahnya semua menyusul berlari di belakang mereka. “Wah, kampungnya benar-benar indah, ya. Om Rudi bisa beruntung banget punya vila di sini,” ujar Melody takjub menikmati pemandangan sekeliling ketika dirinya dan seluruh anggota keluarganya berhenti di ujung kampung membeli dan makan bubur di tempat yang di janjikan oleh Boy tadi. Sarapan ringan pengganti energi setelah mereka lelah berkeliling sambil menikmati keindahan kampung yang masih asri. Banyak yang melakukan jogging, di lihat dari tampilannya rata-rata mereka adalah orang-orang kota yang sedang menikmati liburan akhir tahun di daerah ini.
1019.4K viewsCompletedAdded to Library 427 Times as bocah kampung
Read
+Library
Hantu Vila

Hantu Vila

Yang mereka lakukan adalah menjadi grup ronggeng keliling kampung yang ditonton anak-anak kecil lalu dilempari uang koin. Potong Saja Kakiku p ronggeng Sadiman semakin lama semakin terkenal. Mereka bukan saja berkeliling di kampung Ci Ijau, tapi juga ke kampung-kampung lain seperti Parakan Beusi, Cirinten, dan kampung Babakan Haur. Wajah Sarminah yang buruk rupa malah menjadi daya tarik sendiri di kampung-kampung tetangga, mereka juga terkagum-kagum dengan tarian Sarminah yang indah gerakannya. Bukan hanya anak-anak kecil saja yang menonton, orang-orang dewasa pun ikut berkrumun dan sesekali menyawer Sarminah.
9.917.2K viewsCompletedAdded to Library 549 Times as bocah kampung
Read
+Library
Menantu Yang dianggap Miskin

Menantu Yang dianggap Miskin

terangku. "Memangnya siapa dia?" "A. Zahra dia temenku," jawabku berbohong. "A. Zahra penulis Novel Cinta Perempuan Biasa? yang novelnya lagi populer di berbagai platform literasi? Masa sih orang kampung kaya Mba bisa punya teman kaya dia?" pungkas Sizi yang masih saja menghinaku. "Ya benar. Kan kita sama-sama dari kampung. Lagipula jangan remehkan orang kampung loh Zi, kalau mereka sudah menunjukkan siapa mereka sebenarnya bisa kelar hidup loe!"
1017.8K viewsOngoingAdded to Library 427 Times as bocah kampung
Read
+Library
Cowok Metropolitan Masuk Kampung

Cowok Metropolitan Masuk Kampung

"Jadi Akak Ezra pengen pulang? Apa Akak nggak betah di sini?" "Iya." "Beneran ya Akak nggak betah tinggal di kampung, serumah sama aku. Pasti Akak bosen ya karena gak makan makanan yang enak." Tersirat guratan sedih di wajah Jajang. Anak kecil itu memang polos, jadi bicara pun tanpa berpikir panjang terlebih dahulu. Apa yang ada dipikirannya itu yang ia sampaikan.
102.5K viewsCompletedAdded to Library 62 Times as bocah kampung
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status