TERPAKSA MEMBIAYAI PESTA PERNIKAHAN ADIKKU
Seketika timbul rasa tak senang di dadaku.
“Kenapa kamu diam aja? Jawab dong, kalau Ayah bicara! Setelah kamu sok-sokan ngerendahin kami di kantormu dan bikin ayahmu ini malu di sana, sekarang kamu datang memamerkan muka tidak berdosamu itu! Jadi, apa itikad baikmu ke keluarga yang sudah membesarkanmu ini, Ag? Nyesal Ayah mungut kamu dari panti! Ya, kamu emang anak pungut! Kamu lahir dari rahim anak SMP yang pacaran kebablasan. Ibumu itu umurnya baru 14 tahun pas ngelahirin kamu, sedangkan ayahmu baru umur 16 tahun! Kamu itu anak hasil zina, makanya pas gede gini kelakuanmu jadi kurang ajar dan menjijikan ke orangtua angkat yang udah capek ngebesarin kamu!”