Om Bule Kekasihku
Makan siang terasa lebih hidup dari yang Nadia bayangkan.
Ibu Daniel, Margaret bergerak lincah di dapur, meski Nadia mencoba membantu. Ia banyak bertanya: tentang Ubud, tentang cafe kecil, tentang lukisan-lukisan Nadia. Setiap cerita Nadia disambut dengan antusias, bukan sekadar sopan.
“Kamu membangun sesuatu dari nol?” tanya Margaret.
“Itu butuh keberanian.”
Ayah Daniel, Thomas lebih banyak diam, tapi setiap pertanyaannya tepat sasaran.