Supir Perkasa dan Majikannya yang Menggoda
Bukan apa-apa, tapi mengenakan jas blazer sambil menenteng tas kresek, lalu berjalan kaki di tengah desa, aku khawatir orang-orang akan menganggapku badut!
Pukul sembilan lewat sekian menit, aku sudah tiba di depan sebuah travel yang berlokasi di ibukota kecamatan.
"Untuk keberangkatan hari ini, full, Mas," sahut wanita tiga puluhan dari balik loket.
"Full? Maksudnya?" ulangku, agak terbodoh-bodoh.
"Ya itu, semua kursi sudah ada yang boking. Kalau situ mau, boleh kok boking untuk perjalanan besok. Kalau untuk hari ini, maaf," tambahnya.