Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Blue Flame

Blue Flame

Gerakannya lincah, matanya fokus, dan tubuhnya memancarkan kekuatan serta keteguhan yang ditempa selama bertahun-tahun. Tersemat di dadanya sebuah bros perak berbentuk daun, berkilau lembut di bawah sinar keemasan. Itu bukan sekadar perhiasan; itu adalah kenang-kenangan terakhir dari seorang pria yang berarti segalanya baginya. Raven.
838 viewsOngoingAdded to Library 33 Times as brazen
Read
+Library
Aksa!

Aksa!

ucap Brian panjang lebar menjelaskan tentang apa yang ia ketahui dan takutkan. "Dia benar-benar seperti serigala yang haus akan darah," ucap Brian sambil menunjukkan wajah seriusnya. "Tenang aja. Selama ada saya, Aksa tidak akan pernah lepas kendali," ucap Fanny dengan santainya.
109.6K viewsCompletedAdded to Library 318 Times as brazen
Read
+Library
HALCYON

HALCYON

“Yasudah saya maafkan, jadinya neng mau beli apa di warung saya?” “Mauh belih benshin phak” “Hah? Apa neng??” Bapak berambut putih tiba-tiba tidak memahami kalimat Namara. “Ben-shin pak” “oooh Bensin, bilang dong neng. Lagian neng ngapain malam-malam gini dorong motor?” Si bapak seakan tidak peka dengan kondisi Namara yang nyaris pingsan, terus saja mengajaknya mengobrol.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as brazen
Read
+Library
LEAK

LEAK

Tepat berada di depan hidung Arjuna. Sosok itu terlihat memakai jubah hitam dengan topeng telek berwarna putih yang menutupi wajah. Rambutnya yang panjang sebahu dan berkilau memberikan kesan yang misterius akan penampilannya. Dari tubuhnya juga tercium aroma darah yang sangat kuat. Seperti menandakan betapa berbahayanya sosok itu. "Pengecut?" ucap sosok itu yang mengulangi satu kata tadi tapi, dengan nada bertanya.
103.8K viewsOngoingAdded to Library 145 Times as brazen
Read
+Library
Aku Mati di Pernikahanku

Aku Mati di Pernikahanku

"Nggak akan, Lucien!" Suara Braelyn serak, tenggorokannya tercekat oleh uap mesiu dan aroma logam terbakar. Tangannya yang mencengkeram tuas overload sudah tidak terasa seperti kulit manusia lagi; kebas, melepuh, dan dialiri pendaran merah menyala yang mulai mengikis telapak tangannya sendiri. Dia tidak mundur selangkah pun bahkan ketika moncong gawai perak milik Lucien tinggal beberapa senti dari keningnya.
101.1K viewsCompletedAdded to Library 43 Times as brazen
Read
+Library
ARJUNA

ARJUNA

Namun Raina tetap menjawab meski ketika Satria mengajaknya naik, Raina tak berniat berpamitan dengan mama sama sekali. Jalan Jakarta masih sama panas, masih sama ramai dengan debu berterbangan yang jika tak bermasker bisa membuat Raina terbatuk. Naik di jok belakang motor dengan tangan memeluk perut seorang didepan. Meski dengan cara yang sama, rasanya cukup berbeda. Raina menurunkan masker sedikit lalu menghirup wangi shampo Satria dengan dalam. Wangi, seperti aroma shampo mahal. Berbeda dengan Arjuna yang selalu berubah wangi shampo nya. Atau Ecan yang sering menggunakan Shampo aroma stroberi.
105.4K viewsOngoingAdded to Library 156 Times as brazen
Read
+Library
Crown

Crown

Tanpa pewarna rambut, warna hitam berkilau rambut Laura semakin menyempurnakan penampilannya malam ini. Mella menatap Davi. Dengan memakai kemeja hitam yang dilapisi dengan tuksedo putih bergaris emas. Ditambah celana bahan putih membuat Davi sangat tampan. Mella merapikan rambut Davi yang agak berantakan. "Oh sebentar, Tante punya pelengkap,” Mella berdiri, mengambil dasi kupu-kupu berwarna emas dan jefe boutonniere untuk di sematkan di saku tuksedo Davi. "Nah, perfect!" Davi menjadi semakin tampan. "Tante, ini bunga Davi palsu ya. Kenapa nggak yang asli aja?” tanya Davi dengan menunjuk bunga di dada kirinya.
107.8K viewsCompletedAdded to Library 179 Times as brazen
Read
+Library
ARABELLA

ARABELLA

“Lo kenapa Bell?” Baron mengepalkan kedua tangannya setelah mendengar cerita Bella. “Cowok brengsek! Setelah nyakitin lo dengan gak tahu dirinya dia muncul lagi? Pakai minta balikan lagi. Benar-benar gak punya otak. Gak tahu malu!” Baron mengumpat meluapkan amarahnya.
104.3K viewsCompletedAdded to Library 166 Times as brazen
Read
+Library
ASHOLE

ASHOLE

Gadis bernama lengkap Kanaya Putri itu asyik berputar-putar di depan cermin mengakibatkan blouse selututnya yang lebih tepat dikatakan macam tunix itu mengembang pada bagian bawah. Mentari saja sedang cerah sekali, meliputi perasaan setiap orang untuk ikut bersemangat dan terciprat kebahagiaannya. Oleh sebab itu Naya tak mau kalah juga. Karenanya ia memilih dress ini yang secerah pelangi dengan warnanya.
102.9K viewsOn holdAdded to Library 75 Times as brazen
Read
+Library
Little Brother

Little Brother

bisik Zen seduktif di lehernya. Embusan napas Zen terasa panas di kulit leher. Irena tidak bereaksi berarti. Dia tampak tenang meski jantung berdegup cepat. "Zen, kau mabuk. Sudah berapa botol kau habiskan huh?" balas Irena. Bau napas Zen tercium dengan alkohol. Lelaki ini kelihatan setengah sadar ketika mengecup leher Irena beberapa kali. "Zen, hentikan. Bagaimana kalau ada yang masuk dan melihat kita?" Irena terus melakukan penolakan dengan halus.
105.3K viewsOngoingAdded to Library 142 Times as brazen
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status