Menyesal Usai Mendua
Aku salah, seharusnya aku tidak mengatakan hal itu padanya karena hal itu akan menyakiti hatinya
“Jawab!” bentaknya keras, membuatku yang semula menatapnya penuh amarah memilih menunduk dan menghindari tatapannya. Aku sungguh takut menyakiti hatinya.
“Maaf, aku tidak bermaksud demikian,” ucapku pada akhirnya.
Detak jantungku berdetak tak beraturan, antara tak ingin menyakitinya dan juga sebuah rasa yang kian kusadari bahwa memang Namira jauh lebih baik daripadanya.