Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kutukan Mantan Terindah

Kutukan Mantan Terindah

Rumah yang sederhana tapi terasa hangat, sama seperti pemiliknya. Tangannya menggenggam sebuket bunga kecil—bukan mawar mahal, tapi kumpulan anyelir putih yang dia cari dini hari tadi, saat pikirannya tak bisa diam. Ada secarik kertas di antaranya, bertuliskan—Maaf karena tak ada di saat kamu butuh. Tapi aku di sini sekarang. Boleh?
106.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 244 kali sebagai buket bunga sederhana
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
WidiaYuan
kesempatan tak akan datang dia kali van.. kamu pilih bertahan hidup atau hancur hanya itu pilihanmu. kamu mempertahankan egomu maka kehancuran yg kau dapat kalo kamu memilih pilihan yg ditawarkan barra setidaknya kamu masih bisa hidup lebih lama dengan tenang.
Kania Putri
Barra lagi H2C ini wkwkw tapi aq yakin mami rumi gak akan ngamuk kaya singa kalau kamu jelaskan duduk persoalannya karena menemui karina ada maksud dan tujuan yg jelas bukan demi perusahaan aja tapi demi keutuhan keluarga
Baca Semua Ulasan
Mendadak Menikah Dengan Mantan

Mendadak Menikah Dengan Mantan

Alex juga begitu memahami sifat dan tabiatnya, bahkan lebih baik daripda dirinya sendiri. Buket wildflower adalah rangkaian bunga dan dedaunan yang dikumpulkan dari tumbuhan yang tumbuh secara alami di alam. Memberikan tampilan yang unik, segar dan alami. Bunga liar yang bisa tumbuh dengan cantik di alam yang keras, hampir sama seperti Ceicillia yang dapat bertahan di kerasnya dunia bisnis . Sepertinya aku sudah terlalu banyak menyita waktumu. I'll get going now." Alex, melirik jam tangannya, bangkit dari sofa dan beranjak pamit
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai buket bunga sederhana
Baca
+Pustaka
Suami Menikah Lagi, Aku Memilih Pergi

Suami Menikah Lagi, Aku Memilih Pergi

Getaran kecil yang kini mulai terasa akrab, bahkan tanpa sadar sering dia tunggu. Satu pesan singkat selalu datang dari Althan. Isinya tidak pernah panjang—hanya menyebutkan jenis bunga yang dia inginkan untuk buket keesokan hari. “Mawar merah.” “Tulip kuning.” “Lily.” Sesederhana itu. Tanpa salam, tanpa penjelasan, tanpa tambahan apa pun yang tidak perlu. Namun justru karena itu, semuanya terasa lebih mudah dan juga jelas.
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 206 kali sebagai buket bunga sederhana
Baca
+Pustaka
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

“Sebagian hanya kehilangan tempat kecil untuk tumbuh setiap hari.” Kalimat itu mengubah seluruh taman. Di sekitar bangku-bangku kayu, tumbuh tanaman baru. Bukan bunga biasa. Namun Bunga Rutinitas Kecil. Setiap kelopaknya berisi tindakan sederhana: menulis satu paragraf menggambar lima menit membuka folder lama membaca ulang ide menyimpan satu catatan suara The Redacted One berjalan menyentuh salah satu bunga.
909 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai buket bunga sederhana
Baca
+Pustaka
Mendadak Jadi Ibu Susu Anak Atasanku

Mendadak Jadi Ibu Susu Anak Atasanku

Matanya memilih dengan saksama sebelum akhirnya berhenti pada buket sederhana berisi mawar putih dan baby's breath yang dibungkus pita satin lembut. “Yang ini saja,” katanya pelan. Wanita paruh baya itu mengangguk, lalu membungkus ulang buket tersebut dengan rapi dan menyerahkannya setelah Nate selesai membayar. Dengan satu tangan menggenggam kotak kue stroberi dan tangan lainnya memegang buket bunga, Nate keluar dari toko dan masuk ke dalam mobil. Ia meletakkan kedua benda itu hati-hati di kursi penumpang, lalu duduk di belakang kemudi.
1037.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai buket bunga sederhana
Baca
+Pustaka
Istri Bayangan Milik Tuan Muda

Istri Bayangan Milik Tuan Muda

Buket bunga itu tampak sangat mencowok dan spesial karena dirangkai jauh lebih cantik daripada dua buket lainnya. "Untuk anak manisnya Papa," ujar Sakti begitu masuk ke dalam mobil. Seiring dengan mobil yang kembali melaju pergi, Sakti mencoba membantu Ginata menggenggam dan memeluk buket mawar berwarna kecil itu, sebelum kemudian ia pun beralih menatap Citra. "Dan ini untukmu. Bunga ini bisa kamu gunakan untuk ditaruh di atas pusara Argantara."
1032.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai buket bunga sederhana
Baca
+Pustaka
Kasih Abadi

Kasih Abadi

Batin Sedia. “Di, lu pilih sesuka hati lu deh.” Sedia pun memilih sebuket bunga llily, marigold dan tulip kuning yang sangat indah. Kala yang mengetahui hal tersebut segera membayar buket bunga tersebut. Saat mereka bersiap meninggalkan toko bunga tersebut, Sedia yang tidak tahan dengan pikirannya yang selalu menduga-duga memberanikan diri untuk bertanya pada Kala.
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 230 kali sebagai buket bunga sederhana
Baca
+Pustaka
Pesona Sang CEO

Pesona Sang CEO

“Maafkan aku.” Hanya kalimat singkat itu yang tertulis di kertas ini membuat Devi benar-benar binggung siapa orang misterius yang mengirim buket bunga itu. Buket bunga di atas meja kerja kini dibiarkan pindah ke tangan kecil Jessy. Warna merah menyala dari bunga mawar itu berhasil menarik perhatian Jessy. Jemari kecil Jessy menarik satu demi satu kelopak mawar membuat ruangan kerja Devi begitu kotor penuh kelopak mawar.
1074.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai buket bunga sederhana
Tampilkan Ulasan (27)
Baca
+Pustaka
VhyDheavy
Hai, Kak. Novelnya bagus banget lho. Rekomended banget untuk hiburan di kala luang. Alurnya menarik untuk diikuti, dan yang paling penting, sangat fantastis! Semangat terus ya buat authornya. Jangan lupa makan dan tetap sehat. .........
Zedanzee
Saya terharu, tulisan ini masih ada yang terus menanti meskipun saya update lama. Mohon maaf saya lambat sekali untuk update, tapi saya akan berjuang keras untuk menyelesaikan naskah ini. Untuk PEMBACA SETIA dan CUAN. Semoga yang membaca tulisan saya diberikan rumah, kebon, pasangan setia. Amin.
Baca Semua Ulasan
Dokter Tampan Pemikat Wanita

Dokter Tampan Pemikat Wanita

"Sudah mau pulang?" Pemuda yang menemui Caca meletakkan buket bunga di nakas. Bukan hal yang spesial, sih, hanya paduan krisan dan aster yang biasa ditemukan dalam acara-acara keluarga. Raut yang terbentuk di wajah Caca menyiratkan kebingungan. Dia melihatku dan si pemuda bergantian. "Bagaimana kamu bisa ada di--"
1015.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 442 kali sebagai buket bunga sederhana
Baca
+Pustaka
Pembantu Rasa Nyonya

Pembantu Rasa Nyonya

ucapnya dengan menyerahkan buket kecil itu kepadaku. Aku tertawa, dan terpaksa menerima, mengingat begitu dia mengupayakannya. *** Di dalam kamar, mata ini tidak lepas dari buket bunga yang mayoritas berisi bunga berwarna putih. Itu mawar putih, aku sering mendapati karena itu bunga kesukaan Mama. Terlihat cantik dengan diselingi bunga putih kecil-kecil, yang ditangkup dengan daun hijau di sekelilingnya.
9.81.3M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30.1K kali sebagai buket bunga sederhana
Tampilkan Ulasan (144)
Baca
+Pustaka
Penghujung Cerita
Rani tidak sadar bahwa dari dulu mas Suma xpernah suka wanita dan wanita pertamanya adalah Rani kalu Suma curang knpa dari dulu tidak buat knpa baru skrng pdhl dia duda udah lama menurutku paling hebat itu Dewi ngk ada wanita lain..
Astika Buana
Terima kasih sudah membaca cerita ini. Ikuti cerita lainnya dengan ketik di kolom pencarian: astika buana. . Terima kasih. Sayangi diri kalian dengan selalu bahagia, apapun keadaannya. . LOVE astika Buana
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status