Aku Dimanfaatkan Mertua dan Suamiku
Masih merasa kesal, kulangkahkan kaki ini menuju salah satu gaun yang terlihat tak biasa, dipajang di patung mungil berambut pirang dan dimasukkan ke etalase bening di tengah ruangan.
“Mba, yang ini!” seruku seraya menunjuk.
Dari label harganya saja, gaun ini seharga satu jutaan. Cukup mencengangkan mengingat dibuat untuk gadis sekecil Anggrek. Tetapi demi membalas wanita itu, aku dengan sengaja membeli yang satu ini.
“I-ini, Mba?”
“Yap! Tolong dibungkus. Pakai debit bisa, kan?” imbuhku lagi.