Pria Sampah Tak Terduga
Butuh sedikit lama untuk membubarkan segerombolan murid perempuan itu, bahkan Andara dan Kerta Putra sudah tak berdaya, keduanya menyandarkan tubuh mereka kesalah satu rak buku, sedangkan Juan dan Gentala tengah terduduk berhaapan di sebuah kursi yang terletak di dalam perpustakaan tersebut.
" Guru, ada yang harus aku laporkan pada mu? " ucap Juan memecah keheningan.
" Ada apa? " Timpal Gentala seraya mengelus satu stel pakaian yang sudah lama di inginkan nya, pakaian yang sampai saat belum ini belum juga di kabulkan oleh muridnya itu, namun malah di wujudkan oleh orang lain.
" Aku melihat bunga yang guru ceritakan itu, di tempat Mbakyu Wulandari. "
Hot Chapters