Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Luka Yang Dirindukan

Luka Yang Dirindukan

“Ini grup khusus yang dibuat untuk guru perempuan, Pak. Dan bukan untuk kepentingan sekolah. Ini hanya untuk—” “Oke, saya paham. Terima kasih informasinya,” potong Rangga. Ia pun mamgkir dari sana. Rangga membayangkan kembali masa-masa yang telah berlalu. Kembali ingat bahwa Vanya pernah bertemu dengan Ara ketika sekolah sedang mengadakan festival sekolah.
1011.8K viewsCompletedAdded to Library 449 Times as buket untuk hari guru perempuan
Read
+Library
Cinta yang Tak Sempat Kudengar

Cinta yang Tak Sempat Kudengar

Saat kerumunan bubar, pria itu datang dengan sebuket bunga di tangannya. "Selamat atas pembukaan kursusmu. Perkenalkan, aku tetanggamu, namaku Gary." Aku melirik sekilas buket bunga itu, lalu tersenyum tipis. "Terima kasih. Tapi aku nggak menerima hadiah." Dia tertegun sejenak, tak menyangka reaksiku akan sedingin itu. Namun, dia segera menarik kembali tangannya.
27.4K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as buket untuk hari guru perempuan
Read
+Library
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

"Guru Chris, sebagai wakil presiden Asosiasi Puisi Ibu Kota, ini seharusnya menjadi keahlian Anda. Ada pendapat?" Christopher, dengan sedikit rasa malu, merasa pertanyaan Ira menjebaknya. "Saya memikirkan beberapa bunga yang berhubungan dengan anggur dan perjalanan - zhuyu, krisan, bunga persik. Tapi sepertinya tidak ada yang cocok dengan bunga pagi dan matahari terbenam." Melihat Matt dan Senja tetap diam, Arisa bertanya, "Guru Matt, Senja, bagaimana menurut kalian berdua?"
3.1K viewsCompletedAdded to Library 78 Times as buket untuk hari guru perempuan
Read
+Library
BUKAN PEREMPUAN PANGGILAN

BUKAN PEREMPUAN PANGGILAN

Elsa pasti sengaja mencari kesempatan untuk dekat dengan Bagas. "Laras, boleh Mas tahu? Buket bunga itu dari siapa?" Deg! Laras baru ingat. Kenapa dia lupa membuang buket bunga dari Fandi? Sekarang sudah terlambat karena Bagas sudah melihatnya. Mata Laras menoleh ke arah buket bunga yang tergeletak di sofa. Dia lantas menatap pada Bagas. "Itu buket orang salah kirim, Mas!" katanya yang tak sempat mencari alasan lain.
102.3K viewsCompletedAdded to Library 90 Times as buket untuk hari guru perempuan
Read
+Library
Be With You

Be With You

♦♦ Be With You ♦♦ Giornino menatap satu per satu buket bunga yang disusun rapi di atas meja. Pria itu melihat hanya satu buket bunga yang menggunakan bunga matahari di dalamnya. "Angeline. Kenapa kau membuat buket bunga dari bunga matahari dan bunga mawar?" Giornino menatap Angel lurus-lurus. Angel terkesiap tak menyangka ia akan menjadi orang pertama yang akan ditanyai.
3.0K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as buket untuk hari guru perempuan
Read
+Library
BUKAN SALAH IBU

BUKAN SALAH IBU

BUKAN SALAH IBU 10 PoV BELLA Hari sabtu, sekolah masuk setengah hari. Aku membuka celenganku, uang yang kudapat dari mengajar anak-anak SMP. Sepertinya aku perlu membeli ban motor baru karena kemarin kempes total, dan mungkin tak bisa lagi ditambal. Tak apa-apa, lagipula, bannya memang sudah gundul dan perlu diganti.
1014.6K viewsCompletedAdded to Library 509 Times as buket untuk hari guru perempuan
Read
+Library
Pembantu Kesayangan Tuan Muda

Pembantu Kesayangan Tuan Muda

William menerima buket bunga mawar baby pink yang diserahkan kepadanya, kemudian menandatangani secarik kertas tanda terima. "Maaf, Pak. Terlambat sampainya, tadi ada insiden di jalan," kata si kurir yang lekas dianggukinya. William penasaran, setahunya Jelita tak punya teman di Jakarta, atau orang spesial yang sampai mengirimkan buket bunga secantik ini segala. Dia kemudian membaca kartu yang ada di buket itu. "Selamat ulang tahun, Jelita. Nikmati hidupmu dan bahagia selalu. Dari yang menyayangimu : dirimu sendiri."
10100.2K viewsCompletedAdded to Library 2.1K Times as buket untuk hari guru perempuan
Read
+Library
Sang Penggoda

Sang Penggoda

Rindu dan Bintang membulatkan matanya, mereka terkejut melihat keadaan murid perempuan itu yang tak lain adalah Bulan yang sedari tadi mereka tunggu. “Pagi, anak-anak! Hari ini saya ingin kalian menyaksikan murid pembuat onar dan tidak memilki malu seperti Bulan. Seharusnya sebagai seorang murid yang bermartabat, tidak pantas saling keroyok dengan orang lain apalagi mengenakan seragam sekolah,” ujar guru wanita itu panjang lebar.
3.1K viewsOngoingAdded to Library 120 Times as buket untuk hari guru perempuan
Read
+Library
Istri Bayangan Milik Tuan Muda

Istri Bayangan Milik Tuan Muda

Buket bunga itu tampak sangat mencowok dan spesial karena dirangkai jauh lebih cantik daripada dua buket lainnya. "Untuk anak manisnya Papa," ujar Sakti begitu masuk ke dalam mobil. Seiring dengan mobil yang kembali melaju pergi, Sakti mencoba membantu Ginata menggenggam dan memeluk buket mawar berwarna kecil itu, sebelum kemudian ia pun beralih menatap Citra. "Dan ini untukmu. Bunga ini bisa kamu gunakan untuk ditaruh di atas pusara Argantara."
1032.3K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as buket untuk hari guru perempuan
Read
+Library
Gadis Lugu Milik CEO Duda

Gadis Lugu Milik CEO Duda

"Tidak, saya percaya dengan rekomendasi Bapak. Kira-kira bunga apa yang cocok diberikan pada orang terkasih selain bunga matahari?" "Maksud, Tuan?" tanya Pramudya tidak mengerti. Devan tanpa sadar membasahi bibir bagian bawahnya. Entah kenapa dia mendadak sangat gugup sekarang. "Cherry ingin memberi gurunya bunga sebagai tanda terima kasih. Saya pikir, saya juga perlu memberi bunga untuk guru Cherry." Devan terpaksa berbohong. Dia tidak mungkin memberitahu Pramudya kalau ingin membeli bunga untuk Seika.
10387.1K viewsCompletedAdded to Library 13.5K Times as buket untuk hari guru perempuan
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status