Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Luka Yang Dirindukan

Luka Yang Dirindukan

“Ini grup khusus yang dibuat untuk guru perempuan, Pak. Dan bukan untuk kepentingan sekolah. Ini hanya untuk—” “Oke, saya paham. Terima kasih informasinya,” potong Rangga. Ia pun mamgkir dari sana. Rangga membayangkan kembali masa-masa yang telah berlalu. Kembali ingat bahwa Vanya pernah bertemu dengan Ara ketika sekolah sedang mengadakan festival sekolah.
1011.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 446 kali sebagai buket untuk hari guru perempuan
Baca
+Pustaka
Cinta yang Tak Sempat Kudengar

Cinta yang Tak Sempat Kudengar

Saat kerumunan bubar, pria itu datang dengan sebuket bunga di tangannya. "Selamat atas pembukaan kursusmu. Perkenalkan, aku tetanggamu, namaku Gary." Aku melirik sekilas buket bunga itu, lalu tersenyum tipis. "Terima kasih. Tapi aku nggak menerima hadiah." Dia tertegun sejenak, tak menyangka reaksiku akan sedingin itu. Namun, dia segera menarik kembali tangannya.
27.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai buket untuk hari guru perempuan
Baca
+Pustaka
Waspadalah, Pangeran! Aku Bukan Istri Lemah yang Kau Kenal

Waspadalah, Pangeran! Aku Bukan Istri Lemah yang Kau Kenal

Rintik hujan turun dengan lembut, membasahi hamparan rumput hijau di Pemakaman Kerajaan Bukit Elysium sebuah tempat peristirahatan eksklusif yang biasanya hanya diperuntukkan bagi bangsawan dan pahlawan negara bergelar kehormatan. ​Namun hari ini, di titik paling indah yang menghadap langsung ke lautan, sebuah nisan pualam putih didirikan bukan untuk seorang jenderal atau menteri, melainkan untuk seorang mahasiswi penerima beasiswa. ​Gu Nian. Malaikat yang Mengajarkan Ketulusan.
109.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 212 kali sebagai buket untuk hari guru perempuan
Baca
+Pustaka
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

"Guru Chris, sebagai wakil presiden Asosiasi Puisi Ibu Kota, ini seharusnya menjadi keahlian Anda. Ada pendapat?" Christopher, dengan sedikit rasa malu, merasa pertanyaan Ira menjebaknya. "Saya memikirkan beberapa bunga yang berhubungan dengan anggur dan perjalanan - zhuyu, krisan, bunga persik. Tapi sepertinya tidak ada yang cocok dengan bunga pagi dan matahari terbenam." Melihat Matt dan Senja tetap diam, Arisa bertanya, "Guru Matt, Senja, bagaimana menurut kalian berdua?"
3.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai buket untuk hari guru perempuan
Baca
+Pustaka
BUKAN PEREMPUAN PANGGILAN

BUKAN PEREMPUAN PANGGILAN

Elsa pasti sengaja mencari kesempatan untuk dekat dengan Bagas. "Laras, boleh Mas tahu? Buket bunga itu dari siapa?" Deg! Laras baru ingat. Kenapa dia lupa membuang buket bunga dari Fandi? Sekarang sudah terlambat karena Bagas sudah melihatnya. Mata Laras menoleh ke arah buket bunga yang tergeletak di sofa. Dia lantas menatap pada Bagas. "Itu buket orang salah kirim, Mas!" katanya yang tak sempat mencari alasan lain.
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai buket untuk hari guru perempuan
Baca
+Pustaka
PENGENDALI ANGIN PETIR

PENGENDALI ANGIN PETIR

Dari warga desa, Bayu mendengar orang menyebut nama perguruan tersebut yaitu Kembang Sari. Murid-murid yang semuanya perempuan ditemukan tewas termasuk gurunya yang bernama Sukarti. Hanya ada satu yang tersisa, tapi bukan murid. Dia hanya bekerja sebagai pengurus dapur. Namanya Rukmini. Yang mengejutkan ternyata kedua orang tua Bayu sudah berada si sini. Sang ibu sepertinya sangat mengenal dekat dengan murid-murid perguruan Kembang Sari.
1012.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 390 kali sebagai buket untuk hari guru perempuan
Baca
+Pustaka
Be With You

Be With You

♦♦ Be With You ♦♦ Giornino menatap satu per satu buket bunga yang disusun rapi di atas meja. Pria itu melihat hanya satu buket bunga yang menggunakan bunga matahari di dalamnya. "Angeline. Kenapa kau membuat buket bunga dari bunga matahari dan bunga mawar?" Giornino menatap Angel lurus-lurus. Angel terkesiap tak menyangka ia akan menjadi orang pertama yang akan ditanyai.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai buket untuk hari guru perempuan
Baca
+Pustaka
ALVAREZ

ALVAREZ

Ia terus memperhatikan langkah mendekat Athena serta barang yang ada di genggaman gadis itu. "Ngapain sih lo bawa ke mana-mana itu bunga?" Athena menatap buketnya. "Yeh emang kenapa sih Kak Alva nyolot banget? Anggap aja ini properti kostum gue hari ini. Lagian mau disimpen di mana biar gak rusak?" "Nitip di ruang guru kan bisa. Udah kayak lagi lulusan aja lo ke mana-mana bawa bunga."
109.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 312 kali sebagai buket untuk hari guru perempuan
Baca
+Pustaka
Perempuan Kopi

Perempuan Kopi

Maka tidaklah heran, jika kegalauan laki-laki berhidung bangir itu semakin menggunung. Adrian membuka pintu dengan cepat. Ternyata, yang datang bukan Airin, tapi seorang perempuan paruh baya yang tengah tersenyum lembut ke arahnya. Wajah anggunnya menunjukan kebijaksanaan laiknya seorang ibu. “Nak, tadi ada tukang susu yang menitipkan ini,” ujarnya sembari menyerahkan dua botol susu kepada Adrian.
108.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai buket untuk hari guru perempuan
Baca
+Pustaka
BUKAN SALAH IBU

BUKAN SALAH IBU

BUKAN SALAH IBU 10 PoV BELLA Hari sabtu, sekolah masuk setengah hari. Aku membuka celenganku, uang yang kudapat dari mengajar anak-anak SMP. Sepertinya aku perlu membeli ban motor baru karena kemarin kempes total, dan mungkin tak bisa lagi ditambal. Tak apa-apa, lagipula, bannya memang sudah gundul dan perlu diganti.
1014.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 503 kali sebagai buket untuk hari guru perempuan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status