KAMAR KEDUA
katanya tenang, “kalau klaimnya adalah dana tidak sampai ke rekening tujuan, maka langkah pertama bukan debat. Tapi bukti.”
Alina mengangkat wajahnya.
“Bukti apa yang Mas Arga maksud?” tanyanya, berusaha terdengar kokoh.
“Surat perjanjian kerja Prabu dengan pihak yang Mbak wakili,” jawab Arga tanpa ragu. “LOI, kontrak, atau minimal korespondensi resmi yang menyebut nominal, jalur dana, dan rekening tujuan.”
Arga berhenti sebentar, memastikan kata-katanya tepat sasaran. “Bawa itu semua. Kita cek bersama. Sampai ada bukti, pembicaraan ini tidak bisa lanjut.”