Tante, Berhentilah Mengejarku
Pintu ruang Bu Erika sudah terbuka sedikit, cahaya lampu fluorescent putih menyinari meja kerja yang penuh tumpukan buku dan kertas.
Andre mengetuk pelan. “Bu, ini Andre.”
“Masuk, Ndre,” jawab suara Bu Erika dari dalam, hangat seperti biasa.
Andre masuk. Ruang Bu Erika terasa seperti perpustakaan kecil: rak buku bertumpuk tinggi di dinding, buku-buku tebal tentang ekonomi dan manajemen bertumpuk di meja, kertas fotokopi skripsi mahasiswa tersebar di lantai, dan aroma kertas tua bercampur dengan parfum Bu Erika yang manis dan berat. Bu Erika duduk di meja kerjanya, kacamata baca di ujung hidung, rambut panjangnya dikuncir ponytail tinggi, blouse biru navy-nya sedikit terbuka di kancing atas,