Pembalasan Sang Dokter Jenius
Ia terduduk di atas dataran batu itu, mencoba menenangkan pikirannya yang kacau balau.
“Sudah kubilang, ini tidak mudah,” gerutu Khodam itu. “Kitab-kitab ini bukanlah buku biasa yang bisa kau baca sambil minum kopi. Mereka adalah wadah pengetahuan murni. Kau harus menyerapnya perlahan, bagian demi bagian, lalu mempraktikkannya. Seperti bayi yang belajar berjalan.”
Joko mengangguk pelan, masih merasa sedikit pusing. ‘Lalu… apa yang harus kupelajari pertama kali?’