Malam Terlarang Bersama Dokter Pembimbingku
Ruang Intern, sebuah gua berantakan yang didominasi aroma kopi kadaluwarsa, tumpukan jurnal yang lebih tinggi dari Menara Pisa versi miniatur, dan poster anatomi yang sudah lusuh, kini dihuni oleh ketegangan yang lebih pekat daripada espresso dobel.
Di salah satu sudut, yang biasanya digunakan untuk merenung di tengah malam tentang dosa-dosa anatomis, Franda dan Kaiden membungkuk bersama. Kaiden, seorang residen dengan reputasi kaku seperti papan gipsum, dan Franda, intern paling rapi dan pendiam, tampak seperti dua agen rahasia yang baru saja menemukan teori konspirasi alien di balik resep obat flu. Ponsel Franda menjadi pusat gravitasi rahasia mereka, menampilkan deretan foto hasil jepreta
Sikat na Kabanata