Dinikahkan dengan Pewaris Cacat
ucap pelayan itu ramah seraya membagikan tiga buku menu eksklusif ke hadapan mereka.
Ervin, Belviana, dan Damara mulai membuka dan melihat-lihat lembar demi lembar buku menu yang ada di tangan masing-masing. Gambar-gambar hidangan tradisional di dalamnya terlihat begitu menggoda iman dan estetik.
“Kamu mau makan apa siang ini, Sayang? Pilih saja apa pun yang kamu mau, hmm?” Ervin bertanya kepada sang istri dengan nada suara yang sengaja dilembutkan, mencoba mengambil kembali atensi Belviana.