Pelet Kopi Darah Haid
Ibu Sumi dulu suka duduk di depan mangkok ini tengah malam, sembari berbicara sendiri.
Ketiga yaitu, buku bersampul kulit kambing. Tanpa ada judul. Tapi jika diraba, jahitan benangnya terasa seperti urat, dingin, hidup.
Sumi pernah mendenger Ibu berbisik padanya sewaktu Ia demam tinggi, suaranya tidak jelas tapi sumi masih mengingatnya.
“Kalau darah Sastro tumpah di buku itu, ia yang memilih. Bukan buku yang memilih nya. Ingat itu, Sum. Kalau kamu belum siap, tutup lagi.”
Hot Chapters