Bara Dendam Sang Prabu Boko
Sebelum buaya itu mencapai korbannya lagi, Sang Mahamantri I Halu melesat bagaikan bayangan, melingkarkan tangannya yang perkasa ke ekor buaya yang kasar dan bersisik itu.
Dengan kekuatan kanuragan yang luar biasa, Sang Pangeran menggerakkan tubuh raksasa buaya tersebut, memutarnya berulang kali di atas kepala seolah itu adalah cambuk, menghasilkan suara deru angin yang mengerikan. Pada putaran terakhir, ia membanting tubuh buaya itu dengan segenap daya ke sebuah pohon asam gede yang tumbuh menjulang kokoh. Sebuah suara gedebuk yang memekakkan telinga terdengar, diikuti retakan pohon dan rintihan buaya yang begitu pedih. Tubuh sang buaya pecah menjadi dua bagian, darah kental membasahi tanah
Capítulos em Alta