Kelana Nirbatas
Arsha juga tidak melupakan perutnya yang sebenarnya telah merengek meminta diberi makan, Mereka berdua akhirnya memutuskan untuk menyantap bekal yang Niskala bawa, Arsha terlihat sangat lahap memasukkan suap demi suap nasi dan telur ceplok ke dalam mulutnya.
Pada akhirnya sang buaya lupa bahwa ia merasa kesal karena dibodohi sejak pagi, sementara sang kancil lupa bahwa ia cerdik dan malah terlihat bodoh sejak tadi, kancil dan buaya telah benar-benar melupakan peran masing-masing. Namun bagian terbaiknya adalah mereka berdua berhasil menikmati waktu dengan sukacita, setidaknya itulah yang mereka rasakan sampai akhirnya teh hangat yang menjadi harapan perlahan menghilang karena mereka telan.
الفصول الرائجة